400 Kedai Starbucks Siap-siap Ditutup

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Pandemi corona (Covid-19) telah merubah lini bisnis di hampir seluruh dunia. Tak sedikit yang rontok, tapi ada juga yang terus memutar ide untuk melahirkan inovasi baru agar tetap bisa bertahan.

Salah satunya yang dilakukan jaringan perusahaan Starbucks. Baru-baru ini mereka  mengumumkan akan melakukan transformasi pada bisnis kedai kopinya di kota-kota besar.

Perusahaan ini mengonfirmasi bahwa mereka akan menutup lebih dari 400 tokonya selama 18 bulan ke depan.Penutupan ini merupakan bagian dari rencana untuk mengubah kedai mereka di Amerika Serikat (AS).

Transformasi dengan menambah lebih banyak kedai melalui metode pick-up di kawasan perkotaan padat seperti New York, Chicago, atau San Francisco.

Untuk itu, jaringan perusahaan kopi ini pun disebut akan merenovasi tata letak kedai mereka dengan menambah ruang khusus untuk layanan drive-thru dan konter terpisah bagi pelanggan yang memesan lewat aplikasi daring.

Metode ini dipilih lantaran adanya pergeseran dalam pemesanan melalui daring yang tentunya meminimalisasi adanya kontak antar manusia dan mengurangi keberadaan pelanggan di dalam toko

“Secara alami memungkinkan adanya jarak fisik yang lebih besar,” kata CEO Starbucks Kevin Johnson.

Sebelumnya, perubahan dan modifikasi kafe-kafe akan dilangsungkan selama tiga hingga lima tahun ke depan.

Namun pandemi Covid-19 membuat perusahaan akhirnya memutuskan untuk mempercepat rencana ini.

Dia menambahkan, pandemi yang melanda berbagai negara membuat perusahaan mempercepat rencana transformasi tersebut.

“Kami mempercepat rencana transformasi toko untuk mengatasi situasi saat ini, sambil tetap memberikan pengalaman yang aman, akrab, dan nyaman bagi pelanggan kami,” ucap Kevin Johnson.

Hingga saat ini, sekitar 95 persen dari seluruh kedai Starbucks di AS telah dibuka kembali. Sedangkkan 90 persen kafe yang berada di China juga sudah kembali beroperasi.

Tahun 2020, perusahaan berharap dapat membuka kedai di 300 lokasi lagi. Jumlah ini lebih sedikit daripada perkiraan sebelumnya, yakni sebanyak 600 kedai.

Untuk diketahui, hingga saat ini, perusahaan memiliki lebih dari 32.000 toko di seluruh dunia.

(adh/kom)