Demo Amerika Masih Akan Berlanjut Beberapa Hari Kedepan

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Demo warga Amerika terkait kematian George Floyd oleh seorang petugas polisi pada 25 Mei di Minneapolis masih akan berlanjut beberaa hari ke depan. Bahkan diperkirakan akan lebih besar masa yang turun di jalan.

Untuk itu, Kepala Kepolisian Washington DC Newsham mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan demo besar-besaran tersebut.

Pembunuhan itu pun telah memicu demo selama berhari-hari di seluruh Amerika Serikat soal rasisme dan kebrutalan polisi. Tak hanya di AS, demonstrasi juga terjadi di seluruh dunia.

Beberapa media di Amerika menggambarkan kematian Floyd telah menggerakan semua masyarakat di Amerika atas tindak kekerasan tersebut.

Bahkan Gubernur North Carolina Roy Cooper telah memerintahkan para stafnya agar semua bendera di fasilitas negara bagian diturunkan menjadi setengah sejak pagi hingga malam hari untuk menghormati Floyd. Ini dilakukan karena Floyd awalnya berasal dari Kota Fayetteville di negara bagian itu.

Seorang hakim federal di Denver memerintahkan polisi kota untuk berhenti menggunakan gas air mata, peluru plastik, dan alat-alat lainnya seperti granat kilat. Ini berkaca pada contoh-contoh pengunjuk rasa dan wartawan yang terluka oleh polisi.

“Ini adalah demonstran damai, jurnalis, dan petugas medis yang telah menjadi sasaran dengan taktik ekstrem yang dimaksudkan untuk menekan kerusuhan, bukan untuk menekan demonstrasi,” tulis Hakim Distrik A. R. Brooke Jackson dalam putusannya.

(adh/cnn/reuters)