Bali Spirit Festival 2020 akan Libatkan 147 Instruktur Yoga Mancanegara

oleh -
Bali Spirit Festival

JALAJAHNUSAE.com –  Sebanyak 147 instruktur yoga dari mancanegara akan terlibat dalam event tahunan “Bali Spirit Festival 2020”. Selain para instruktur yoga, para seniman tari dan musik dari negara-negara di benua Asia, Eropa, Australia dan Amerika pun turut serta.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Gde Putrawan, Bali Spirit Festival 2020 menggabungkan konsep yoga, tari, dan musik dalam kegiatan yang akan berlangsung pada 29 Maret hingga 5 April 2020 di Yayasan Bali Purnati, Sukawati, Gianyar.

“Bali Spirit Festival merupakan event kelas dunia. Pesertanya datang dari berbagai belahan dunia. Event ini juga diisi mentor profesional di bidangnya dari empat benua. Mereka akan memberikan inspirasi yang mencerahkan kepada seluruh peserta festival. Jadi, bersiap ambil bagian di festival ini,” papar Anak Agung Gde Putrawan, dalam siaran pers Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Festival yang merupakan pestanya para pencita yoga, tari, musik dan pencari spiritualitas dari berbagai penjuru dunia ini, akan diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari Yoga Workshop, Seni Tradisional Bali, Bhakti Music, Capoeira, dan Kirtan. Ditambah juga Meditasi, Sound Healing, hingga Tarian Ekstatik. Selain itu, akan ada kelas kesehatan dan nutrisi, pengembangan kepribadian, ayurveda, hingga Astrologi Weda.

Nantinya, para pengunjung juga bisa mengikuti kelas yoga yang terbuka untuk semua level, termasuk pemula. Mereka bisa mengikuti Vinyasa Flow, Kundalini, Hatha, Jivamukti, Astanga, Yoga Tawa, Aliran Afro, dan Yoga Anak-Anak.

Sedangkan sajian musiknya bertajuk “World Music Nights”. Program ini akan digelar setiap malam selama event berlangsung. Wisatawan akan dihibur penampilan aksi 16 musisi dan seniman dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Komposisi musik lokal diisi Mekar Bhuana Gamelan dan Cacao Ceremony.

Musik di panggung World Music Nights bakal dikemas sebagai konstelasi seremonialis dan soul healers. Efeknya menghadirkan sensasi suara hutan, voices of angels, suara akar dalam bumi, hingga komposisi aneka ancient wisdom. Kekuatannya dikembangkan sebagai spiritual yang berasal dari filosofi empat sudut suci di bumi.

“Semua elemen konten festival dikemas bisa menghadirkan energi positif bagi semua yang hadir di sana. Semua yang bergabung dijamin mendapatkan kesegaran yang luar biasa. Fisik dan pikiran kembali fresh hingga bisa menghasilkan beragam karya produktif melalui aktivitas kesehariannya,” terang Putrawan.

Selanjutnya, rangkaian Bali Spirit Festival 2020 akan ditutup dengan acara Community Day, Minggu (5/4/20). Diberi label “Dharma Fair”, ada lima konten yang ditampilkan, antara lain Coco Love Stage, Community Pavilion, Healing Huts, Kids Zone, hingga Market. Secara umum, Community Pavilion tetap menyajikan kelas yoga, seminar, juga diskusi. Di sini pengunjung bisa memilih sesi khusus dengan mentor.

Dalam sesi Coco Love Stage akan menghadirkan pengalaman mencoba permainan lokal dan internasional. Untuk zona Market, wisatawan bisa mengeksplorasi beragam kuliner sehat organik. Ada juga vegan food ala restoran terkemuka Bali. Bagi penikmat wisata belanja, spot ini menyediakan beragam kerajinan tangan, busana, hingga perhiasan.

“Bali Spirit Festival 2020 selalu menawarkan beragam sisi positif. Selain warna dunia, kearifan lokal Bali dan Gianyar tetap ditonjolkan. Sama seperti sebelumnya, Bali Spirit Festival selalu dinanti kehadirannya oleh wisatawan dari seluruh dunia,” ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani Mustafa.***(IG)