Baru 30 Menit Rapid Test, 3 Orang Dinyatakan Reaktif

oleh -
Puluhan warga antre untuk mengikuti Rapid Test yang digelar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu pagi (31/10/2020). (Foto:Ist)

BOGOR, Jalajahnusae.com – Baru 30 menit digelar Rapid Test di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu pagi (31/10/2020) ditemukan 3 orang yang dinyatakan reaktif.

“Pagi ini kami kembali menggelar Rapid Test. Hasilnya, sudah ada tiga orang yang ditemukan reaktif. Melihat tren ini, bisa jadi akan terus bertambah,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho ketika dihubungi Jalajahnusae.com, pagi ini pukul 08.19 WIB.

Dijelaskan Agus, sejak mulai dilaksanakan Rapid Test di kawasan objek wisata Puncak Bogor dan sekitarnya sudah 55 orang dinyatakan reaktif. Pertama, pada Kamis (29/10/2020) sebanyak 50 orang, Jumat (30/10/2020) 2 orang dan hari ini 3 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kaltarina menjelaskan sebanyak 50 wisatawan di hari pertama pelaksanaan rapid test dan dinytakan reaktif ditemukan di tiga titik Kawasan Puncak.

“Dari 1.000 rapid tes, ada 50 wisatawan luar Bogor yang dinyatakan reaktif, 24 orang dari hasil pemeriksaan di Telaga Warna, 13 orang dari hasil pemeriksaan di Gadog dan 13 orang dari Kantor Kecamatan Megamendung,” jelas Mike.

Menurut dia sebanyak 50 wisatawan yang dinyatakan reaktif itu langsung menjalani tes usap atau swab test, dan tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan ke Jalur Puncak.

“Nanti untuk hasil swabnya kami akan kabarkan kemudian hari. Tapi pendataan sudah kita lakukan by name dan by address,” kata Mike.

Ia mengatakan, jika dari hasil tes usap para wisatawan yang reaktif itu hasilnya positif COVID-19, maka Dinkes Kabupaten Bogor segera berkoordinasi dengan Dinkes di daerah masing-masing tempat tinggal wisatawan yang berasal dari luar Bogor.

“Kami akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah di mana wisatawan ini tinggal, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah di sana,” tuturnya

Namun, khusus wisatawan asal Kabupaten Bogor, jika hasilnya positif COVID-19, maka pihaknya segera melakukan penelusuran atau tracing terhadap orang-orang kontak erat dengan yang bersangkutan. (adh)