Jangan Plesiran Ke Singapura Kalau Sedang Flue

oleh -
Pemerintah Singapura melakukan pengawasan ketat untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Seperti yang terjadi di Mount Elizabeth Hospital pada Kamis (30/1/2020).Petugas,pengunjung dan pasien yang ingin melakukan medical check up harus melalui gerbang pemeriksaan. Foto: Ist

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah Singapura telah memberlakukan pengawasan yang cukup ketat, mulai dari bandara, pelabuhan hingga fasilitas umum lainnya. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona.

Mulai dari pintu kedatangan di Bandara Changi (Singapore Changi Airport), terlihat petugas memeriksa semua penumpang,baik menggunakan thermal scanner maupun periksaan lanjut di ruang isolasi.

Jika diketahui ada penumpang yang mengalami panas tinggi atau flue langsung dibawah ke ruangan karantina untuk dilakukan pengecekan.

“Sebaiknya, kalau sedang sakit atau flue jangan dulu ke Singapura. Nanti malah jadi repot karena masuk karantina. Saat kondisi badan sedang panas tinggi sebaiknya disehatkan dulu,” kata Owner Cassadua Hotel Bandung Rudi Atip dari Singapura kepada Jalajahnusae.com,Jumat (31/1/2020).

Menurut Rudi Atip, tingkat pengawasan kepada pendatang di Singapura saat ini sedang tinggi-tingganya. Tidak ada yang luput dari pemeriksaan. Bukan hanya bagi para wisatawan, para pekerja setempat juga harus melewati medical check sebelum beraktivitas. Termasuk mengisi form (visitor registrasi record form).

Kondisi ini cukup beralasan karena otoritas setempat telah menemukan 13 orang terpapar vius mematikan tersebut.

Kementerian Kesehatan Singapura,Kamis (30/1/2020) juga mengumumkan kembali menemukan tiga tiga orang lagi dinyatakan positif mengidap virus asal Wuhan China.

Semua penumpang yang tiba di Bandara Changi Singapura tidak luput dari pemeriksaan medis. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona. Foto: Ist

Semuanya adalah warga negara Tiongkok dari Wuhan dan tidak ada bukti penyebaran komunitas di Singapura.

“Pasien-pasien terbaru semuanya dalam kondisi stabil dan dirawat di ruang isolasi di National Center for Infectious Diseases,” demikian bunyi pernyataan pejabat kesehatan setempat seperti dilansir The Straits Times, pagi ini.

Mereka yang terjangkit virus Coroan adalah seorang wanita berusia 31 tahun yang tiba di Singapura pada 22 Januari. Korban adalah teman seperjalanan bagi seseorang yang telah dikonfirmasi memiliki virus sebelumnya, dan telah dikarantina dari hari Minggu (26/1/2020) lalu.

Dia mengalami gejala pada hari Minggu dan naik taksi ke Rumah Sakit Tan Tock Seng pada hari Rabunya.

Sebelum dirawat di rumah sakit, ia tinggal di Village Hotel Sentosa, Hotel 81 Princess dan Home Suite View Hotel.

Pasien ini juga sempat mengunjungi Orchard Road dan Geylang Road, dan telah bepergian dengan taksi.

Sebelumnya sudah terdekteksi 10 kasus sebelumnya, namun  tidak ada yang sakit parah, semua tetap dalam kondisi stabil, dan sebagian besar membaik.

Pada siang hari Kamis kemarin,  pemerintah Singapura mencatat ada 164 kasus yang dicurigai, namun setelah diuji negatif untuk Virus Corona Wuhan.

Saat ini masih ada  49 kasus lagi yang sedang menunggu hasil tes dan pihak Departemen Kesehaan setepat  telah mengidentifikasi 170 kontak terdekat para korban yang terindikasi virus.

(adh)