Bangkok Gencar Tawarkan Destinasi Wisata

oleh -
Para wisatawan sedang menikmati suasana sunset di Banyan Tree Bangkok. Foto:IG-@bayantreebangkok

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah Thailand (Bangkok) tak ingin larut dalam kepanikan menghadapi penyebaran Virus Corona. Ditengah upaya antisipasi wabah ini tidak meluas, mereka gencar menawarkan beberapa destinasi yang menjadi favorit turis dunia.

Bangkok mengerti betul, saat ini semua perjalanan wisata dunia sedang mencari alternatif lain untuk memindahkan jadwal wisata.

Sebagai kota yang berhasil menyisihkan Paris dan London sebagai destinasi wisata paling populer di dunia pada tahun 2019 lalu, Bangkok tak ingin kehilangan “moment”.

“Kami ikut prihatin dan mendukung penuh upaya pencegahan virus Corona tidak meluas. Tapi kami juga tak ingin orang kehilangan kebahagiaan karena ini (virus Corona),” demikian kata salah seorang pengelola perjalanan wisata seperti dilansir media lokal Bangkok, Kamis (30/1/2020).

Dalam editorial Bangkokpost pagi ini disebutkan pihak imigrasi Thailnad memberikan hak istimewa (privilege) kepada turis asing yang rencana perjalanannya terganggu oleh wabah Corona.Mereka  tidak akan didenda meski melebihi tinggal di Thailand.

Juru Bicara Biro Imigrasi Thailand Choengron Rimphadi mengatakan, para wisatawan yang terjebak situasi penangan Virus Corona boleh tinggal lama di Thailand dan tidak perlu membayar denda seperti biasa.

Sebagaimana diketahui, Bangkok dinobatkan sebagai kota yang paling banyak dikunjungi turis mancanegara selama empat tahun berturut-turut, dengan kedatangan sekitar 22,8 juta orang yang dilaporkan dalam peringkat tahunan oleh MasterCard Inc.

Reputasi itu melampui Paris dan London yang berada di peringkat kedua dan ketiga, masing-masing dengan sekitar 19,1 juta kedatangan turis mancanegara, disusul oleh Dubai dengan 15,9 juta.

Thailand kemungkinan akan mendapatkan limpahan pengalihan kunjungan wisatawan pasca ledakan Virus Corona asal Wuhan China.

Pada bulan Agustus 2019 lalu, Thailand telah  memperpanjang “promosi” biaya visa 2.000 baht (sekitar Rp981 ribu) untuk visa on arrival bagi wisatawan dari 18 negara termasuk dari China dan India.

“Kelas menengah yang tumbuh dan meningkatnya populasi dan meningkatnya maskapai penerbangan berbiaya murah akan membuat perjalanan lebih mudah diakses,” kata Kepala Eksekutif Minor Hotels, Dilip Rajakrie.

(adh)