500 Paket Perjalanan Wisata Ke China Dari Indonesia Dibatalkan

oleh -
Salah satu tempat paling terkenal untuk dikunjungi di Beijing,China adalah Kota Terlarang (Forbidden City). Setiap hari kawasan ini selalu dipadati wisatawan dari berbagai belahan dunia. Foto:IG-@garditour

JALAJAHNUSAE.com – Sebanyak 500 paket perjalanan wisata ke China dari Indonesia terpaksa dijadwal ulang setelah munculnya wabah Virus Corona. Paket tersebut dibeli sebelum adanya pemberitaan mengenai penyebaran virus yang mematikan ini.

“Dari seluruh pembelian paket tur tersebut, hampir 90 persen tamu memilih untuk melakukan penjadwalan ulang perjalanan. Sebagian besar reschedule ke bulan April ke atas. Untuk tamu yang memilih refund juga ada, akan kami proses,” kata Product Division In-Con Dewi, kemarin.

In-Con adalah wholesaler yang menjual produk perjalanan ke Biro Perjalanan Wisata di Indonesia. Sejak munculnya virus yang sudah banyak memakan korban, pemerintah China melarang agen perjalanan setempat untuk melakukan aktivitas terkait wisata. Kebijakan ini berlaku sejak Senin (27/1/2020).

Senada dengan In-Con pengelola travel lainnya juga memahami tindakan atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah China terkait larangan sementara terhadap segala aktivitas wisata.

“Para travel agent di China diberhentikan aktivitasnya untuk sementara waktu. Jadi mereka tidak boleh mendatangkan atau mengirimkan turis ke dalam maupun luar negeri,” kata Executive VP Ayo Wisata, Osean A Untung.

“Kita mau yang terbaik untuk para pelanggan. Semoga dengan ini tidak terjadi penyebaran virus corona ini ke wilayah NKRI tercinta. Walaupun mungkin akan berdampak pada bisnis kami, tapi kami rasa kepentingan bangsa lebih utama dan penting,” lanjut Dewi.

Apabila ada tamu yang tidak melakukan penjadwalan ulang perjalanan ke China dan tidak melakukan pembatalan, In-Con memiliki beberapa alternatif pilihan negara lain untuk dikunjungi.

Beberapa di antaranya dialihkan ke India, Korea, Jepang, Taiwan, dan beberapa negara di Eropa.

Sementara itu  Chief Operating Officer Dwidayatour Hendriyapto mengemukakan sebagai salah satu agen perjalanan yang mengedepankan keselamatan pelanggan, mereka juga mendukung langkah Pemerintah China.

Sebab, langkah tersebut dinilai merupakan langkah yang tepat dalam menanggulangi penyebaran virus corona.

“Kami juga akan terus melakukan monitor secara berkala demi keselamatan para pelanggan kami,” tutur Hendriyapto.

Sementara untuk pembelian paket tur wisata ke China, Dwidaya juga sudah memiliki beberapa pelanggan yang telah memesannya dari jauh hari.

Namun, karena adanya wabah virus corona, mereka menawarkan beberapa alternatif, seperti penjadwalan ulang perjalanan atau permintaan pembatalan.

“Selain penjadwalan ulang (dan pembatalan paket tur wisata ke China), kami juga memberikan suggestion untuk tetap melakukan perjalanan wisata ke destinasi lain selain China,” kata Hendriyapto.

Masih terkait dengan mewabahnya virus Corona beberapa daerah di Indonesia telah mengeluarkan himbuan, khususnya bagi para pengelola objek wisata untuk melakukan pengawasan dan antisipasi.

Terlebih, jauh sebelum adanya larangan berpergian, ada sekitar 7 juta wisatawan asal China yang sudah keluar untuk melakukan perjalanan wisata ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

(adh/kom)