75 Grup Tampil Unik dalam Parade Budaya Asia Africa Carnival 2019

oleh -
Pasukan Kavaleri membuka parade budaya AAC 2019. (Foto JalajahNusae/Iwan)

JALAJAH NUSAE – Parade budaya dalam acara Asia Africa Carnival (AAC) 2019 yang merupakan rangkaian dari Asia Africa Festival (AAF) 2019 dalam rangka memperingati 64 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Event yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung ini, masuk juga ke dalam Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata.

Parade budaya digelar di sepanjang Jalan Asia Afrika Bandung dengan melintas di Gedung Merdeka. Di sana parade menyajikan keunikannya di hadapan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Walikota Bandung Oded M Danial, Wakil Walikota Bandung Yana Mulyana, perwakilan Kemenpar, para delegasi 19 negara Asia Afrika, dan para tamu undangan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi istri dan Walikota Bandung Oded M Danial (kanan). (Foto JalajahNusae/Iwan)

Karnaval diawali oleh satu regu pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri. Disusul delegasi kesenian Jepang, Tunisia dan negara-negara lainnya. Grup seni dari wilayah kota/kabupaten di Indonesia juga turut unjuk gigi dengan keunikannya.

Bendera peserta KAA dibawa grup berbusana tradisional. (Foto JalajahNusae/Iwan)

Berbagai seni budaya tradisional khas Jabar dan daerah lainnya tersaji di karnaval tersebut. Diantaranya dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Pasuruan, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Dayak Kalimantan, dan lainnya.

Perwakilan peserta dengan budaya Jepang. (Foto JalajahNusae/Iwan)

Ribuan pengunjung yang hadir memadati area acara tampak terhibur dengan karnaval itu. Terik sinar matahari di musim kemarau ini tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan berbagai suguhan menarik.

Peserta berbusana khas Suku Dayak Kalimantan. (Foto JalajahNusae/Iwan)

Usai parade, AAC 2019 dimeriahkan panggung hiburan yang menyajikan ragam musik etnik dan modern. Panggung pentas musik terletak di pinggir Gedung Merdeka, Jalan Braga Pendek. Acara ini berlangsung hingga malam hari.*** (IG)