Singapura Masih Membidik Wisatawan Indonesia, Perbatasan Sudah Dibuka

oleh -
Ilustrasi. Kota Singapura

JALAJAHNUSAE.com – Singapura masih sangat mengandalkan pasar wisatawan asal Indonesia, terutama dalam memulihkan kembali industri travel di Singapura.

Hal ini sangat dimaklumi, karena jumlah turis asal Indonesia yang berkunjung ke Singapura adalah yang terbesar kedua setelah China.

“Berdasarkan data 2019, jumlah turis asal Indonesia mencapai 3,1 juta orang,” kata perwakilan Singapore Tourism Board Area Indonesia Mohamed Firhan Abdul Salam, Kamis (26/11/2020).

Akan tetapi, lanjut dia, dampak Covid-19 membuat penurunan hingga 99,9 persen untuk kedatangan turis asing karena perbatasan Singapura ditutup pada Februari 2020.

Adapun, saat ini Singapura telah membuka perbatasan. Namun, kunjungan wisata belum bisa dilakukan.

Singapura hanya membuka diri untuk mereka yang mempunyai urusan bisnis penting atau perjalanan diplomatik dan kedinasan mendesak.

Perjalanan itu harus mendapat persetujuan dari pihak perusahaan Singapura atau agensi pemerintah.

Selain itu, waktu kunjungan terbatas, yakni hanya berlaku selama 10 hari dan tidak bisa diperpanjang.

“Harus di-endorse dan disetujui dulu sebelum mereka tiba di Singapura. Jadi sebeum mereka datang itu bikin permohonan atau perizinan dulu ke Singapura, atas dasar apa, meeting sama siapa, dan nanti di-review dulu,” ujar Firhan.

Ia melanjutkan bahwa setelah ditinjau dan disetujui, maka mereka yang akan berangkat bisa mengurus tiket dan keperluan lainnya.

Mereka yang mengadakan perjalanan juga harus sesuai dengan isi permohonan yang telah diajukan. Para turis tidak bisa sekalian liburan di tempat wisata atau belanja di mal.

Misal seseorang mengajukan acara tiga hari, ia harus langsung pulang begitu acara selesai. Ia tidak bisa sekalian bertemu teman atau keluarga, apalagi liburan di tempat wisata. (*)

Sumber: Kompas