156 Santri Kena Covid-19, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

oleh -
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Humas Jabar)

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Kasus Covid-19 di Jawa Barat masih menunjukan trend yang belum membaik. Bahkan beberapa hari terakhir ingkat keterisian atau okupansi rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat mengalami peningkatan.

Rata-rata okupansinya telah mencapai batas maksimal yang ditetapkan WHO, sehingga kondisi ini bisa dikatakan tengah menuju fase “kritis”.

Oleh sebab itu, himbaun untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) pun kembali diserukan. Tak terkecuali di pondok pesantrea. Apalagi dari hasil pemeriksaan terdapat 156 santri di Ponpes Al-Mutawally, Desa Bojongm Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan dinyatakan positif Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum pun meminta santri, kiai, pengurus pondok pesantren (ponpes), dan masyarakat Jabar disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Imbauan tersebut dikatakan Kang Uu setelah 156 santri Ponpes Al-Mutawally, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, dinyatakan reaktif COVID-19.

“Kepada para kiai dan masyarakat untuk tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” kata Kang Uu di Kota Bandung, Rabu (25/11/20).

“Saya sampaikan silakan berkegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi jangan lengah menerapkan protokol kesehatannya,” imbuhnya.

Kang Uu menyatakan, kedisiplinan masyarakat  menerapkan protokol kesehatan amat penting dalam memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Semua jangan lelah, jangan malas, untuk  melaksanakan protokol kesehatan dan PHBS,” ucapnya.

“Kalau lengah, pasti terjadi kasus baru. Tapi kalau kita disiplin, mudah-mudahan penularan COVID-19 bisa dicegah,” tambahnya. (*/adh)