Begini Cara Membuat Daging Steak Menjadi Empuk

oleh -
Freezer untuk penyimpanan daging dalam proses pengempukan. Foto: IG-@ermacellaio

JALAJAHNUSAE.com- Penikmat steak pasti selalu ingin mendapatkan daging yang empuk. Bila perlu sekali potong, daging yang dihidangkan sudah bisa disantap.

Tapi tak perlu khawatir, saat ini dengan perkembangan teknologi dan pengetahui metode pengelolaan daging menjadi empuk sudah bisa dilakukan.

Salah satunya adalah, apa yang disebut dengan proses dry aging/ dry age. Cara pengempukan daging seperti ini sudah banyak ditemui di restoran steak mewah di  Jakarta.

Selain dry age, ada juga proses daging lain yakni wet age.

Pada dasarnya, kedua proses ini adalah proses penyimpanan daging. Secara garis besar proses dry aging adalah proses penyimpanan daging dengan cara kering, dan wet aging dengan cara basah.

Kedua proses ini sama-sama bertujuan untuk memberikan tekstur lembut pada daging dan rasa intens. Keduanya memiliki keuntungan dan kerugian dalam prosesnya.

Lantas apa perbedaan antara proses dry aging dan wet aging pada daging?

Foto:IG-@th.kims

 

 

Apa itu daging dry aging?

Proses dry aging membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya. Daging primary cut (potongan utama) yang berukuran besar disimpan dalam ruangan khusus dengan suhu di atas 0 derajat celsius. Selain suhu, kelembapan juga harus selalu dijaga.

“Kami menjaga suhu sekitar 1-3 derajat celsius. Selain itu kelembapan juga harus sekitar 70 persen dan ada juga kipas yang menjaga aliran udara dalam ruangan. Proses ini memakan waktu sekitar 28 hari,” jelas Peter Zwiener, Co-Founder dari Wolfgang’s Steakhouse.

Proses ini membuat enzim yang ada di dalam daging bereaksi. Bagian luar daging akan mengering dan “membusuk”.