Pemkot Bandung Segera Relokasi Fasos dan Fasum Terdampak Kereta Cepat

oleh -
Wali Kota Bandung Oded M. Danial saat memimpin Rapat Evaluasi Pembebasan Lahan terkena trase Kereta Cepat Jakarta Bandung di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, Kamis (26/12/2019). (Foto Humas Kota Bandung)

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan segera merelokasi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta – Bandung. Ada sebanyak 58 bidang fasos dan fasum yang terkena dampaknya.

Bersumber dari keterangan pers tertulis Humas Kota Bandung, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta dinas-dinas terkait segera mengurusnya.

“Terkait proyek Kereta Cepat ini, kalau memang ada persoalannya segera diselesaikan secepatnya,” ujar Oded saat Rapat Evaluasi Pembebasan Lahan terkena trase Kereta Cepat Jakarta Bandung di Ruang Rapat Pendopo Kota Bandung, Kamis (26/12/2019) kemarin.

Adapun prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) yang terkena proyek kereta api cepat di Kota Bandung berada di 10 perumahan. Di antaranya Istana Mekarwangi, Singgasana Pradana, Taman Holis Indah, Sapta Taruna PU, Topindo, Pasirpogor, Bumi Asri, Kopo Mas Regency, Banyu Biru, dan Oasis.

Persoalan dari 10 perumahan tersebut pun berbeda-beda. Ada dua perumahan hampir selesai progresnya, sedangkan yang lain masih dalam proses. Kemudian ada tiga perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Selanjutnya aset Pemkot Bandung selain PSU, ada kantin SMPN 48 yang sudah direlokasi, Puskesmas Pasawahan yang disewakan bangunan pengganti sebelum diganti bangunan baru, dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bandung Kulon diselesaikan proses relokasinya dengan bidang pengganti.