PHRI Yogyakarta Mendukung Penuh Malioboro Bebas Kendaraan,Asal?

oleh -
Ketua Perhimpunan Hotel da Restoran (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono. Foto: pribadi

JALAJAHNUSAE.com – Siapa tak kenal Malioboro. Keindahan Yogyakarta yang selalu membuat orang rindu ingin kembali. Tentu Malioboro dulu dan sekarang sudah jauh berbeda. Volume kendaraan yang melintas kawasan ini makin padat.

Terutama di akhir pekan. Mereka yang datang tidak saja dari Jogya,tetapi dari seluruh kota-kota besar Indonesia. Menjadi langganan wisatawan Jakarta yang ingin menikmati jajanan khas Kota Gudeg tersebut.

Akses moda transportasi seperti kereta dan pesawat yang begitu mudah menjadikan salah satu alasan, banyak wisatawan memilih kota ini.

Dan taukah Anda, tidak lama lagi kawasan Malioboro diproyeksikan menjadi kawasan semi pedestrian penuh setiap hari selama 24 jam.

Artinya, tidak akan ada kendaraan yang melewati jalur ini. Semua diperuntukan bagi wisatawan untuk mengeksplore segala tentang Yogyakarta,mulai dari seni dan budaya dan suasana malam.

Pemerintah Kota Yogyakarta terus melakukan pembenahan di Jalan Malioboro untuk emberikan kenyamanan bagi pengunjung. Foto:IG-@malioboro_jogja

Siapkah pelaku industri pariwisata, seperti hotel dan restoran menghadapi perubahan besar yang sudah direncanakan 10 tahun lalu itu.

“Kami sangat mendukung, karena ini bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun sebelum rencana itu direalisasikan, persiapannya harus benar-benar matang. Termasuk bagaimana dengan management lalulintasnya, mengingat banyak hotel dan restoran yang pasti terkena dampak pedestrian ini,” kata Ketua Perhimpunan Hotel da Restoran (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono dalam perbincangan dengan Jalajahnusae.com, pagi ini (27/11/2019).