BPPD Jabar: Cisumdawu Bukan Faktor Utama Meramaikan Bandara Kertajati

oleh -
Bandara Kertajati, di Kabupaten Majalengka,Jawa Barat ini sudah mulai beroperasi sejak 1 Juli 2019. Foto:Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Sebagai sarana aksesibilitas keberadaan tol Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) bukan satu-satunya solusi dalam meramaikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

“Sebaiknya, dilihat juga dari sisi market & economy growth, karena ini menjadi salah satu kajian utama maskapai. Selain itu  harus ada pula kesesuaian dalam pengembangan airline route di masa yang akan datang,” kata Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat Djoni Sofyan Iskandar kepada Jalajahnusae.com,Minggu (27/10/2019).

Djoni berpendapat, bahwa Bandara Kertajati (KJT) harus tetap beroperasi sebagai komplementer untuk Bandara Husein.

“Husein tetap mempertahankan eksisting market,sementara KJT harus berupaya (all-out) untuk menarik maskapai asing,minimal LLC asing seperti Smile Thai,JC Internt dan yang lainnya,” lanjut Djoni.

Lalu bagaimana caranya menarik mereka agar masuk ke KJT, diantaranya bisa dengan membuat road show & preaentation.

“Katakanlah, pemerintah provinsi dengan gubernurnya  sebagai “sales person Jabar” dan BIJB plus Angkasa Pura II (AP II),didampingi pelaku bisnis seperti ASIT di home-basis LCC. Ini mungkin jangka pendek yang bisa dilakukan,”tambah Djoni.

Bagaimana pun kehadiran Bandara Kertajati akan memberikan kontribusi cukup besar dalam meningkatkan ekonomi dari sektor pariwisata.

Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat Djoni Sofian Iskandar. Foto:ist

Dalam skala nasional kontribusi sektor ini bisa mencapai Rp 33 Triliun. Sehingga kehadiran Bandara Kertajati sangat nyata terasa peranannya untuk meningkatkan sektor tersebut, khususnya dimasa di akan datang.

“Kalau BIJB menjadi gerbang untuk dunia, kami-lah yang akan merangkul dunia supaya masuk Jabar. Mari kita sama-sama kembangkan pariwisata. Objektifnya 2020 Jabar sudah tercipta wisata regional untuk kawasan ASEAN. Ini pasti akan terasa meningkatnya pendapatan masyarakat yang bisa nikmati,” terang Djoni.

Dia menambahkan, pasar wisatawan terbesar di Jawa Barat berasal dari Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina. Bergeser ke Timur negara yang melirik wisata di Jawa Barat adalah Cina, Korea dan Jepang. Sedangkan Timur Tengah ada dari Arab Saudi, Maroko, dan Bahrain.