Seperti “Semut” Pengunjung Padati Kawasan Puncak Bogor

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Kemacaten kembali terjadi di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (26/7/2020). Pengunnjung memadati beberapa titik di perkebunan teh Gunung Mas hingga ke puncak pas.

Pemandangan yang sempat menghilang beberapa bulan lalu akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sekarang muncul kembali.

Pentauan jalajanusaecom,  arus lalulintas cukup padat baik dari arah Bogor menuju Cianjur ataupun sebaliknya.

Petugas lalulintas dari Polres Bogor terpaksa memberlakukan sistem buka tutup untuk mengurai atau mengurangi kepadatan kendaraan yang melintas di dua arah tersebut.

Beberapa titik kepadatan itu terjadi di warung-warung pramatan dekat pintu masuk ke objek wisata Agrowisata Gunung Mas,Riung Gunung,Masjid At-taun,Rindu Alam hingga Puncak Pass—perbatasan Bogor-Cianjur.

Tampak parkiran begitu penuh oleh sepeda motor. Akibatnya, kendaraan roda empat harus parkir di pinggir jalan.

Di setiap warung di dua lokasi itupun dipadati pengunjung. Tidak sedikit dari mereka yang antre menunggu giliran untuk nongkrong sambil makan dan minum.

Setiap ada kursi yang baru kosong pun langsung diisi oleh rombongan pengunjung yang sudah menunggu.

Kebanyakan pengunjung yang datang ialah warga Jabodebek yang hendak liburan ke Cianjur di akhir pekan.

Kalau sebelum pandemi corona (Covid-19) wisatawan menuju pada titik-titik favorit, saat ini wisatawan tumpah ruah di kebun-kebun teh untuk melakukan swafoto (selfie).

“Sudah lama saya tidak ke puncak. Jadi, minggu ini memang sudah direncanakan bersama keluarga untuk jalan-jalan, menghirup udara segar,” kata Rudi, warga Bekasi ketika ditemui saat lesehan di perkebunan teh.

Menurut Rudi, ia sempat dua bulan tidak masuk kerja karena diliburkan akibat Covid-19. Selama tinggal di rumah, praktis tidak bisa kemana-mana. Apalagi dengan adanya PSBB.

“Baru sekarang nih, bisa jalan jauh. Kebetulan anak-anak juga belum masuk sekolah,” lanjut Rudi.

(adh)