DPRD Jatim Minta Polisi Lebih Keras ke Penjahat Saat PSBB Diterapkan

oleh -
Pusat Jalan Tengah Kota Surabaya. Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,kota ingin akan segera menerapkan PSBB. Foto:IG-@evi_puspitaaaa

JALAJAHNUSAE.com – Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta aparat kepolisian bertindak tegas bila terjadi aksi kejahatan menyusul akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).PSBB tersebut akan dilaksanakan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.

“Kalau memang itu membahayakan, dengan melakukan penindakan di tempat, kalau perlu ditembak ya ditembak saja, enggak apa-apa,” ucapnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (26/4).

Sahat mengatakan tindakan tegas itu perlu dilakukan, lantaran menurutnya, jelang penerapan PSBB telah muncul tanda-tanda meningkatnya aksi kriminalitas.

“Kita harus mewaspadai mulai meningkatnya angka kriminalitas, walaupun belum tahu 100 persen itu hoaks atau tidak. Tapi, di media sosial tampaknya sudah banyak tanda-tanda akan meningkatnya kriminalitas. Itu sudah mulai muncul,” katanya

Lebih lanjut, kata Sahat penembakan itu bertujuan untuk memberikan efek jera bagi para pelaku kriminal. Sekaligus memberikan rasa nyaman dan aman terhadap masyarakat yang tengah menjalani PSBB.

“Karena ini situasinya betul-betul sangat membutuhkan sentuhan aparat penegak hukum dalam rangka memberikan kenyamanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Politikus Golkar ini pun berharap agar PSBB tak hanya sekadar penerapan aturan. Tapi juga harus diiringi dengan tindakan tegas aparat keamanan.

“Kami berharap tindakan tegas ini tidak hanya peraturan tentang PSBB tapi juga diikuti dan dilakukan dukungan penuh untuk melakukan tindakan tegas terhadap mulai munculnya angka kriminalitas yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

(adh/cnn)