Menko Luhut Berambisi Bangun 10 Pengolahan Sampah RDF di Indonesia

by -
Foto: Merdeka.com - Dwi Narwoko

Jalajahnusae.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berambisi bangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Indonesia.

“Sudah ada juga RDF di Cilacap. Dan kita akan bangun tahun ini ada 10 lagi atau lebih (TPST RDF),” kata Luhut dalam webinar bertajuk Kemitraan Menuju Indonesia Bebas Sampah: Peresmian Fasilitas TPST3R di Kabupaten Pasuruan, Jumat (26/2) dilansir dari Merdeka.com.

Jurnal ilmiah berjudul “Potensi Material Sampah Combustible pada Zona Pasif TPA Jatibarang Semarang sebagai Bahan Baku RDF (Refuse Derived Fuel) tahun 2018 dari Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. RDF (Refuse Derived Fuel) adalah sampah yang mudah terbakar dan terpisahkan dari bagian yang sulit terbakar melalui proses pencacahan, pengayakan dan klasifikasi udara. Sederhananya, sampah akan diubah menjadi bahan bakar.

Luhut mengungkapkan bahwa masalah pengolahan sampah masih jadi persoalan yang belum tuntas dan masih jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menyelesaikannya.

“Kegagalan dalam melakukan pengelolaan sampah akan memberikan dampak yang lebih besar tidak hanya bagi lingkungan. Tapi Pariwisata dan kesehatan masyarakat juga,” kata Luhut, dilansir dari Merdeka.com.

Dirinya pun melanjutkan bahwa saat ini fungsi TPA sudah tidak efektif, karena hampir semua TPA di Indonesia itu sudah melebihi batas kapasitas maksimal. Dari sana, percepatan pembangunan TPST berbasis RDF harus dilakukan.

Pengolahan sampah tersebut menghasilkan keuntungan lain dari soal pengolahan limbah, yakni bahan bakar alternatif. Luhut menegaskan bahwa pembangunan RDF jadi terobosan baik dalam hal pengolahan sampah. (JV/TSS)