Disparbud Jabar Bedah Program Melalui “Peningkatan Daya Saing Daerah”

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ddi Taufik saat memberikan pemaparan dalam acara Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan Kebudayaan “Peningkatan Daya Saing Daerah” di Grage Resort,Kabupaten Kuningan,Jawa Barat,Kamis petang (27/2/2020). Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat terus menata beberapa destinasi wisata yang tersebar di Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Barat. Penataan ini dilakukan dari berbagai aspek,baik destinasi,pemasaran,kebudayaan maupun di industrinya.

“Untuk destinasi Pak Gubernur (Ridwan Kamil) ingin membangun pariwisata tipe I,II dan III. Tipe I membangun pariwisata yang sudah ada dengan melakukan berbagai perbaikan (renovasi). Ada beberapa titik yang tersebar di Jawa Barat. Kami sedang menjalankan ini agar pada tahun 2020, beberapa diantaranya bisa rampung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Dedi Taufik kepada Jalajahnusae.com,Kamis petang (27/2/2020), sebelum membuka acara Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan Kebudayaan “Peningkatan Daya Saing Daerah” di Grage Resort,Kabupaten Kuningan,Jawa Barat.

Foto: adhi

Forum diskusi ini diikuti seluruh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan se-Jawa Barat,Organisasi Pariwisata diantaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI),Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia (Putri),Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan undangan lainnya.

Dijelaskan Dedi, forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini digelar sebagai rangkaian proses menjelang Musyawarah Perencanaan Pembangunan  (Musrenbang)  Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Jawa Barat untuk tahun 2021.

“Kegiatan ini untuk mensinergikan dari mulai  bottom-up dan top-down. Tujuannya adalah memaduserasikan program-program pemerintah pusat,provinsi maupun kabupaten kota,” tambah Dedi.

Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan Kebudayaan “Peningkatan Daya Saing Daerah” yang berlangsung di Grage Resort,Kabupaten Kuningan juga dihadiri Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Jawa Barat,Herman Muchtar. Foto: adhi

Lebih jauh Dedi memaparkan selain melaksanakan pembangunan destinasi tipe I,pemerintah Jawa Barat juga sedang mempersiapkan tipe II,dimana skala project-nya lebih besar. Dimana beberapa titik  pariwisata yang ada di Jawa Barat betul-betul direvitalisasi fungsi dan parasara pendukungnya.

“Kemudian untuk pariwisata tipe III, kita akan membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Disisi lain upaya promosi dan branding terus  dilakukan.Pemda Jabar juga punya rencana induk pengembangan kepariwisataan provinsi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Saya ambil contoh, nantinya ada gate-nya metropolitan Bandung Raya,Cirebon Raya,Bogor,Bekasi dan sebagaian Pangandaran,” ujarnya.

Seluruh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Jawa Barat hadir dalam Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan Kebudayaan “Peningkatan Daya Saing Daerah” yang digelar di Grage Resort,Kabupaten Kuningan. Foto: adhi

Untuk KEK, Pemda Jabar sudah mengajukan beberapa daerah kabupaten .Pertama, di Cikidang (Sukabumi),Kabupaten Pangandaran,Lido (Kabupaten Bogor),Jatigede (Sumedang),Patimban (Cirebon),Segitiga Rebana (Cirebon,Patimban,Majalengka),Pesisir Utara Cirebon.

“Selain daerah-daerah tadi, kita juga sedang mengusulkan KEK lain seperti Ciater di Kabupaten Subang,” ungkap Dedi.

Tidak sampai disini, visi parawisata Gubernur Jawa Ridwan Kamil adalah membangun kreatif hub di tahun 2019-2020 yang meliputi enam wilayah yakni di Kota Bogor,Bekasi,Purwakarta,Subang,Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya.

“Berikutnya ada 12 hub kreatif yang akan dimulai dengan perencanaanya sekarang sehingga tahun depan (2021) pembangunan fisiknya sudah bisa dilakukan,” jelasnya.

Foto: adhi

Beberapa titik pusat kebudayaan ikut pula dipersiapkan, seperti di Rancakalong,Ranggawulung Subang,Kampung Pulau Cangkuang Garut.

Dibagian lain Disparbud ingin mengangkat pemberdayaan masyarakat desa atau potensi desa melalui program desa wisata.

“Ada lima komponen yang harus dilihat dalam mengedepankan desa wisata. Salah satunya, adanya keunikan baik dari sisi kebudayaan,kulinernya maupun sosialnya,” kata Dedi.

Jawa Barat memiliki 5.323 desa. Dari jumlah tersebut Disbudpar akan mengkurasi beberapa desa untuk masuk dalam program desa wisata.

Sampai berita ini diturunkan pukul 17.20 WIB, acara Forum Perangkat Daerah Program Kepariwisataan Kebudayaan masih berlangsung.

(adh)