Kenaikan Iuran BPJS Pukulan Berat Bagi Industri Pariwisata

oleh -
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sedang melayani peserta BPJS. Pemerintah tahun ini berencana akan menaikan iuran BPJS. Foto:IG-@pustaka_lewi BPJS 1

JALAJAHNUSAE. com – Industri pariwisata tanah air dipastikan akan mengalami pukulan berat dengan rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dampak yang dirasakan terjadi pada industri perhotelan, dimana dalam kurun waktu beberapa tahun ini tingkat hunian (okupansi) sendiri belum begitu membaik.

“Saya rasa dalam kondisi sekarang, kurang tepat jika dilakukan kenaikan iuran BPJS. Bagi kami yang bergerak di industri perhotelan sangat berat karena akan merubah struktur biaya yang sudah kita siapkan sebelumnya,” demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Istijab Danunegoro kepada Jalajahnusae.com, Senin (26/8/2019).

Menurut Istijab, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan dengan matang rencana menaikan iuran BPJS tersebut. Apalagi secara umum kondisi industri pariwisata,baik itu hotel maupun restoran masih dalam kondisi recovery.

“Bagi perusahaan kan ada kontribusi sekian persen untuk memberikan subsidi BPJS kepada karyawan. Tentu ini sangat berpengaruh. Bisa mengurangi keuntungan atau sebaliknya, kita harus nomboki,” kata Istijab.