Sandiaga Uno “Keukeuh” Destinasi Lokal Harus Tetap Buka

by -
Desa Wisata
Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Tungkal Selatan di Kota Pariaman, Sumatera Barat. (Foto:IG-@sandiuno)

JAKARTA, Jalajaahnusae.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan meski ada larangan mudik, namun bukan berarti masyarakat tidak boleh piknik.

“ Kali ini saya ingin menjawab pertanyaan yang beberapa waktu belakangan ini sering sekali ditanyakan. Mudik tidak boleh, kok wisata boleh,” kata Sandiaga Uno seperti yang dikutip Jalajahnusae.com dari akun instagramnya, Senin (26/4/2021).

Pernyataan yang diposting dalam akun IG @sandiuno saat sahur itu langsung mendapat respon netizen. Tercatat sudah 95,445 tayangan hingga pukul 10.15 WIB.

Didahului dengan kalimat, selamat pagi, selamat santap sahur bagi yang berpuasa, Sandi mengemukakan dirinya memaklumi kenapa banyak pertanyataan soal berwista ditengah larangan mudik lebaran.

Pertanyaan adalah, wisata seperti apa yang diperbolehkan?

“Saya memahami betul pasti ada yang sudah kangen sekali dengan keluarga di kampung halaman. Namun, untuk terus menekan angka penularan covid-19, saya memohon masyarakat untuk bersabar,” pintanya.

“ Untuk tetap menggeliatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, di mana ini merupakan tugas dan fungsi kami di Kemenparekraf.Ri, kami tetap membuka destinasi-destinasi wisata lokal tentunya dalam bingkai PPKM skala mikr,” lanjutnya.

Menurut Sandi, dengan berwisata lokal, paling tidak kita turut berkontribusi dalam memulihkan sektor pariwisata daerah, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui produk ekonomi kreatif lokal.

Akun @firmansetiawan557 merespon pernyataan Sandiaga Uno;

Gpplah pak…paling nggak gak semua sektor ekonomi mati, yang penting wisata lokal jangan dimatikan, kasian mereka pak saatnya mendulang rezeki

@kopi_kamera; Hadeee…..yang jelas pinik itu gak sendirian pasti berkerumun

@antonabiy; Kami mudik jg tau yg namanya prokes…rindu ini jgn dilarang pak, jika dilarang apapun dilakukan seperti pacaran klo lg rindu apapun dilakukan walaupun harus kucing². Bayangkan rindu kita pada ortu dan kampung halaman melebihi rindu dari segala rindu…

@faizbae; Di tegal ada pariwisatanya tapi klu pemerintah melarang mudik akan sepi pengunjung karna hampir rata2 masyarakat tegal hidup di perantauan khususnya di wilayah jabodetabek,gak mungkin klu keluarga yg di kampung berwisata sendiri klu sodara yg di perantauan gak bisa mudik,begitupun sebaliknya yg di perantauan gak mungkin mau berwisata ke daerah jabodetabek.

Jadi menurut saya apa yg di upayakan bang sandi tetang wisata gak akan berhasil. Harusnya pemerintah pusat membuat kebijakan yg membolehkan masyarakat untuk mudik,dengan aturan yg ketat sesuai prokes.

Buat lah kebijakan yg membolehkan masayarakat mudik, tapi harus dengan menggunakan kendaraan transportasi umum dengan pembelian tiket melalui online,jadi nanti pemerintah bisa mengontrol dan memeriksa pemudik di terminal,stasiun atau bandara.dari tiketnya,surat bukti cek kesehatan dokter dll Jika pemudik sudah mengikuti aturan yg sudah di tetapkan pemerintah maka dia boleh mudik tapi jika tdk maka dilarang mudik. Mungkin itu jauh lebih bijak di banding melarang total masyarakat tdk boleh mudik. (adh)