Tuh Kan, Wishnutama Serius Garap MICE Indonesia

oleh -
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Foto:IG-@wishnutama

JALAJAHNUSAE.com –  Langkah progresif langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. Ia akan memfokuskan event guna menarik lebih banyak wisatawan ke Indonesia.

Caranya? Menggarap serius potensi event internasional meeting, conference, exhibition atau MICE. Langkah ini tentu menjadi angina segar bagi pelaku industry MICE tanah air.

Adalah  Vice President Indonesia Event Industry Council ( IVENDO) Irvan Mahidin Sukamto menaruh harapan besar pada Wishnutama untuk memperbanyak event-event internasional agar diadakan di Indonesia, terutama di daerah selain Jakarta dan Bali.

“Bukan hanya Jakarta, Bali, yang sudah jadi langganan penyelenggaraan semua event, tapi perlu dikembangkan juga daerah-daerah lainnya, kalau bisa juga menggiatkan daerah-daerah yang potensi untuk event conference dan exhibition dibangun,” harapnya.

Baca Juga: Farid Patria:Biro Pameran dan Destinasi Penopang Penting Dalam MICE

Menurut Irvan, fokus terhadap event pariwisata selaras dengan program dari Menteri Pariwisata sebelumnya Arief Yahya, yang baru saja meluncurkan Calendar of Event 2020 (CoE).

“Saya kira selaras dengan program Pak Arief Yahya, yang baru saja meluncurkan COE, dengan memfokuskan pada event-event,” kata Irvan, kemarin.

Wakil Ketua Umum DPP ASITA Budijanto Ardiansjah. Foto:Jalajah Nusae/adhi

Ia juga senada dengan Wishnutama yang mengatakan bahwa event akan menjadi daya tarik wisatawan dan berdampak positif pada pariwisata Indonesia.

“Kalau pandangan saya, memang dari dulu event itu sudah men-drive pariwisata. Contoh dengan adanya international, meeting, conference, exhibition atau MICE,” ujarnya.

Baca Juga: Sudrajat: Event MICE Internasional Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Irvan menambahkan, terlebih lagi Indonesia kerap menjadi host di acara-acara internasional.

Ia juga mengatakan, pengeluaran wisatawan baik mancanegara maupun nusantara bisa mencapai 3-4 kali lipat ketika berkunjung ke Indonesia.

Mereka rata-rata menghabiskan untuk hotel, transport, makan dan minum, oleh-oleh, dan lainnya.

“Contohnya 3 hari mereka attend conference, bisa habis lebih banyak dari 3 hari leisure, belum lagi mereka untuk entertainment seperti spa dan lainnya,” kata Irvan.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Congress & Convention Association (INCCA) Iqbal Alan Abdullah mengatakan juga siap mendukung Wishnutama dalam setiap program terutama event-event prioritas apabila INCCA dilibatkan rencana kerja.

Baca Juga: Wisatawan MICE Indonesia Di Korea Meningkat Tajam

“Prinsipnya kami siap mendukung menteri yang baru apabila INCCA dilibatkan dalam rencana kerja 5 tahun ke depan, karena event itu juga sub bagian dari kegiatan MICE,” ujar Iqbal.

General Manager The Trans Luxury Hotel Farid Patria. Foto:Jalajah Nusae/adhi

Wakil Ketua Umum DPP Asosasi Perusahaan Perjalanan Wisata  (ASITA) Budijanto Ardiansjah juga sependapat jika sebaiknya kementerian pariwisata fokus pada event-event berskala internasinol. Dengan cara ini maka diharapkan bisa lebih banyak mengundang turis asing datang ke Indonesia.

Baca Juga: Masih Sendiri-sendiri,Indonesia Sering Kalah di MICE Bidding

“Harus menghadirkan event-event yang berkualitas sehingga output-nya jelas. Sudah saatnya kita bicara kualitas,bukan lagi kuantias,” kata Budijanto kepada Jalajahnusae.com,Kamis (24/10/2019).

Sementara itu General Manager The Trans Luxury Hotel Farid Patria mengemukakan bahwa dalam menggarap MICE hal penting yang harus dipersiapkan adalah Exhibition Bureau atau Biro Expo.

“Beberapa negara memiliki lebih dari 2 Biro Expo. Mereka diisi oleh orang-orang yang memang expert dalam menjual MICE. Saya berharap Pak Wishnutama bisa melakukan ini,” kata Farid.

(adh/kom)