Presiden Jokowi Tepati Janji, Berikan Vaksinasi Kepada Wartawan

by -
Vaksinasi Wartawan
Ilustrasi. Vaksinasi gratis untuk para awak media. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, Jalajahnusae.com  – Presiden RI Joko Widodo menepati janji untuk memberikan vaksinasi gelombang kedua kepada awak media (wartawan).

Sebelumnya, pada tahap pertama vaksinasi gratis diberikan kepada seluruh tenaga medis.

“ Sesuai dengan yang saya sampaikan saat hari pers nasional, bahwa kita ingin dahulukan insan pers untuk divaksinasi, dan alhamdulillah sudah dimulai untuk 5.500 awak media yang prosesnya semuanya berjalan dengan lancar, berjalan baik dan kita harapkan memberikan perlindungan kepada awak media di lapangan yang sering berinteraksi dengan publik, dengan narasumber,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat  meninjau vaksinasi COVID-19 terhadap wartawan (Jokowi), di Gedung Basket Senayan, Gelolra Bung Karno, Jakarta Kamis (25/02/2021).

Presiden melakukan peninjauan sejak pukul 09.00 WIB, didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh.

Setibanya di lokasi vaksinasi, Presiden melihat secara langsung proses penapisan (skrining) awal terhadap wartawan dan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin COVID-19 .

Presiden menyempatkan diri berbincang-bincang dengan sejumlah vaksinator dan juga beberapa wartawan penerima vaksin sebelum melanjutkan peninjauannya di vaksinasi COVID-19 tahap dua ini.

Presiden mengatakan vaksinasi terhadap wartawan ini sesuai dengan janjinya saat puncak perayaan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2021 di Istana Negara, Jakarta

Wartawan, ujar Presiden, memerlukan vaksinasi COVID-19 karena kerap berinteraksi dengan masyarakat dan narasumber di setiap kegiatannya.

Vaksinasi COVID-19 terhadap wartawan termasuk vaksinasi tahap dua yang dilakukan pemerintah, setelah melakukan vaksinasi gratis tahap pertama terhadap seluruh tenaga kesehatan.

Di tahap dua ini, pada Senin (24/2) pemerintah juga telah melakukan vaksinasi COVID-19 kepada tenaga pendidik dan kependidikan. (*/adh)

Sumber: Antaranews