Pembangunan PLTB Banyuwangi akan Dilengkapi Spot Wisata Edukasi

oleh -
Salah satu PLTB yang sudah berjalan sejak 2018 di Sidrap Makassar. (dok. PLN)

JALAJAHNUSAE.com – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin) atau PLTB berkapasitas 50 megawatt (MW) di Kabupaten Banyuwangi. Kehadiran PLTB ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin berskala besar pertama di Pulau Jawa.

Menurut General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur Bob Saril, PLTB yang terletak di Kecamatan Wongsorejo tersebut akan membentang di Selat Bali yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali.

“Ini akan jadi PLTB pertama dan terbesar di Pulau Jawa. Ditargetkan beroperasi pada 2023. Kami sudah lakukan studi kelayakan (feasibility study) sejak 2019,” ungkap Bob, Senin (24/2/2020), disitat dari laman Pemkab Banyuwangi.

Bob menerangkan, salah satu alasan dibangunnya PLTB di Banyuwangi tepatnya di Wongsorejo, karena di lokasi tersebut hembusan anginnya cukup kencang. Berdasarkan penelitian, di lokasi itu terdapat semacam terowongan angin yang kekuatannya bagus sebagai pendorong pembangkit listrik.

“PLTB ini akan memasok listrik untuk Kabupaten Banyuwangi dan Bali. Dengan kapasitas 50 megawatt bisa menyuplai listrik untuk 50 ribu pelanggan,” terangnya.

Ia juga menambahkan, proses menuju pembangunan telah dimulai. Pada Maret mendatang, proses akan dimulai dengan studi kelayakan kekuatan angin dengan mendirikan tiang pancang. “Rencananya, bulan Maret kami akan uji kekuatan angin lewat tiang pancang yang akan kami dirikan dulu,” ujar Bob.

Lebih lanjut Bob mengatakan, selain membangun PLTB, nantinya di area tersebut juga akan dibangun pusat edukasi energi ramah lingkungan. Di sana ada wisata edukasi tentang gaya hidup energi yang ramah lingkungan bagi wisatawan.

“Pembangunan PLTB ini berangkat dari kesadaran untuk mengoptimalkan energi baru terbarukan ramah lingkungan. Nah pusat edukasi ini akan hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang hal-hal tersebut,” ucapnya.

Ide penambahan fasilitas wisata edukasi ini, Bob mengaku terinspirasi oleh kebijakan Pemkab Banyuwangi terkait pendirian bangunan. Seperti, Bandara Banyuwangi yang didesain unik dan hijau, lalu pabrik kereta PT INKA juga mengadopsi arsitektur lokal dan dilengkapi museum.

“Yang menarik dari kebijakan di Banyuwangi ini adalah bangunan-bangunan baru yang selalu dikaitkan dengan wisata. Termasuk PLTB kami nanti akan ada semacam museum, ada gedung, ada maket, film sampai penelitian tentang ecogreen. Bisa juga kami buat instalasi rumah hemat energi yang menginspirasi pengunjung. Ini sekaligus mendukung pariwisata Banyuwangi,” papar Bob.

Selanjutnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, pengembangan energi baru terbarukan ini diharapkan bisa mendorong ekonomi lokal.

“Selain memasok listrik untuk masyarakat dan dunia usaha, sekaligus bisa menjadi destinasi wisata baru. Langkah PLN ini sekaligus bagian langkah menyukseskan program kelistrikan Presiden Jokowi untuk terus meningkatkan pasokan agar ekonomi terus bergeliat,” tutup Anas.***(IG)