Georgia Siapkan “Kantor Alam” Bagi Para Turis

oleh -
Bentangan alam yang eksotik menjadi andalan Georgia untuk menarik wisatawan. foto:IG-@vinny112

JALAJAHNUSAE.com – Sejak lama Georgia dikenal sebagai destinasi heritage dengan kastil abad pertengahan. Bahkan negara di antara benua Eropa dan Asia ini juga memiliki lanskap gunung, tepi sungai, dan pantai berbatu yang sangat eksotik.

Bentangan alamnya yang beragam inilah disebut bisa jadi kantor baru bagi para turis. Kini, ditengah pandemic corona (Covid-19), pariwisata Georgia kembali berusaha bangkit.

Pemerintah Georgia,  mengumumkan akan menyambut pengunjung jangka panjang yang tertarik bekeja jarak jauh dari Georgia.

Program ini bagian dari rencana pembukaan kembali negara itu, seperti dilansir dari Insider, Rabu, 22 Juli 2020.

Wisatawan asing yang tertarik harus melengkapi aplikasi dan mendapat dokumen konfirmasi awal. Berkasnya termasuk bukti asuransi perjalanan, sertifikat pekerjaan, dan informasi pribadi.

Setelah tiba, pengunjung diharapkan untuk menjalani karantina selama 14 hari dengan biaya sendiri. Meski belum ada aplikasi resmi, Kementerian Ekonomi Georgia tengah berupaya terus memperbarui lamannya.

“Georgia memiliki citra negara yang aman secara epidemiologis di dunia dan kami ingin menggunakan kesempatan ini. Kami berbicara tentang membuka perbatasan dengan cara melindungi kesehatan warga negara kami. Namun, di sisi lain, untuk memungkinkan pelancong bekerja dari jarak jauh dan memilih Georgia sebagai tempatnya,” kata Natia Turnava, Menteri Ekonomi Georgia pada Agenda.ge, situs berita pemerintah.

Saat ini, Georgia berencana untuk membuka perbatasan untuk semua wisatawan asing terhitung 31 Juli 2020. Namun, program visa baru ini hanya ditujukan bagi para pengunjung yang tertarik tinggal dalam jangka waktu lebih lama.

Georgia ternyata bukan negara pertama yang memikat pekerja jarak jauh. Seiring pengumuman pekerjaan kantor dapat dilakukan di mana saja, beberapa destinasi wisata berusaha memanfaatkan peluang itu.

Barbados mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka berencana memperkenalkan “12-month Barbados Welcome Stamp” yang akan memungkinkan pengunjung tinggal dan bekerja di pulau itu hingga satu tahun.

Rencananya dirancang untuk mendukung industri pariwisata dalam negeri. Selain itu, mereka menawarkan pengunjung istirahat dari apartemen kecil atau di rumah perkotaan.

(adh/*)