Kawasan Pantai Mediterania Masih Sepi, Hotel Berlomba Tawarkan Pelayanan Bersih

oleh -

JALAJAHNUSAE.com –  Pantai Mediterania di Turki dan tempat-tempat bersejarah masih terlihat sepi meski pemerintah telah mencabut kebijakan lockdown.

Begitu pun hotel-hotel yang memutuskan untuk buka kembali, belum memperlihatkan adanya kedatangan tamu yang signifikan Kalau ada jumlahnya masih cukup sedikit.

Padahal Menteri Pariwisata Mehmet Ersoy sebagamana dikutip kantor berita Reuters berharap pihaknya bisa menarik hingga 50 persen wisatawan dari 45 juta kedatangan wisatawan tahun lalu. Turki sendiri merupakan negara tujuan wisata terbesar keenam di dunia.

“Kami sedang membahas rencana pembukaan kembali penerbangan dari Rusia, Jerman dan Inggris – juga terkena dampak virus – yang akan mencapai beberapa kesimpulan pada awal minggu depan,” kata Mehmet.

Sektor pariwisata di Turki telah menyumbang hingga 12% dari ekonomi. Namun pemerintah merasa khawatir kunjungan wisatawan tahun ini akan menurun tajam akibat dampak pandemic corona (Covid-19). Kedatangan turis asing turun dua pertiga dalam lima bulan pertama tahun ini.

Untuk meyakinkan turis asing bahwa perjalanan mereka ke Turki aman, Ankara meluncurkan program “pariwisata sehat” termasuk pemeriksaan kesehatan dan kebersihan.

Dan lebih dari 600 hotel telah mengajukan permohonan sertifikasi, termasuk melakukan lobi kepada sekitar 70 negara di Uni Eropa.

Sayangnya, upaya ini belum belum  memperlihatkan hasil yang maksimal. Meski ada penerbangan baru mulai masuk, termasuk dari Amerika Serikat, namun pusat Mediterania di Antalya pada akhir pekan ini masih  kosong dan sangat sedikit wisatawan asing terlihat di hotel.

“Hotel-hotel tidak akan dapat bertahan hanya dengan turis Turki,” kata Ersoy, kemarin.

Resesi Terpanjang

Bagi Turki, apa yang dialami saat ini merupakan resesi ekonomi terburuk dan terpanjang dalam sejarah. Khsususnya di sektor pariwisata. Tahun lalu pendapatan sektor pariwisata masih menunjukan angka positif yakni menyumbang devisa sebesar 35 miliar dollar.

Pada bulan April, mengalami defisit 5 miliar dollar karena pendapatan  menghilang dan kamar hotel kosong. Diperkirakan  memasuki musim panas angka deficit makin tinggi.

“Pariwisata mungkin adalah sektor yang akan mengalami resesi terpanjang dan pekerja musiman menghadapi periode yang sangat buruk,” kata Seyfettin Gursel, ekonom dari Universitas Bahcesehir Istanbul.

Ankara memutuskan untuk menghentikan subsidi kepada para pekerja yang dirumahkan, termasuk beberapa di bidang pariwisata.

Pekerja dan serikat pekerja mengatakan beberapa hotel telah memulai pelatihan tentang kebersihan dan jarak sosial bahkan ketika banyak yang menunda perekrutan.

Okan Osman, dari Frankfurt, adalah salah satu dari sedikit wisatawan yang tiba di Antalya mengungkapkan, beberapa kawasan wisata di Turki  “jauh lebih baik dan lebih bersih” daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Tentu saja sulit untuk semua orang dan untuk petugas di sektor pariwisata memasuki masa transisi ditengah pendemi corona, tetapi mereka tampaknya telah terlatih dengan baik dan semua orang sangat siap,” ujarnya.

(adh)