Sandiaga Dukung Bandung Freedom Park di Tengah Polemik Penggusuran

by -
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Kemenparekraf Sandiaga Uno - Foto: tempo.co

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mendukung pembangunan Bandung Freedom Park. Dirinya menyebutkan destinasi wisata baru ini berpotensi menumbuhkan ekonomi kreatif, serta menyerap banyak lapangan kerja.

Dukungan tersebut disampaikan Sandiaga Uno usai berdiskusi dengan Seniman, I Nyoman Nuarta pada Senin 22 Februari 2021.

Sandiaga tampak antusias terhadap pembangunan taman tersebut, apalagi, saat dirinya melihat patung soekarno. Patung tersebut pun dikatakan tidak kalah dengan mahakarya I Nyoman Nuarta lainnya.

Dirinya menyatakan untuk mendukung penuh pembangunan Bandung Freedom Park yang terintegrasi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Kota Walini Raya yang merupakan salah satu Kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) itu merupakan bentuk kerja sama dari berbagai pihak.

“(Pembangunan) di Jawa Barat tentunya kita dukung, dan kita perlu ikon ya, karena itu project besar juga, kereta cepat pertama bagi Indonesia, mungkin akan makan waktu beberapa waktu ke depan,” kata Sandiaga.

“Saya sepakat, saya ini dulu kan pengusaha juga, kalau proyek nggak jalan-jalan ya uangnya juga nggak jalan. Kita dukung pak,” tambah Sandiaga dilansir dari tempo.co.

Sementara rencana pembangunan Freedom Park ini  beriringan dengan kasus penggusuran lahan hidup. Lebih dari setahun setelah tragedi penggusura, 8 kepala keluarga di RW 11 Tamansari Bandung masih bertahan di posko pengungsian.

Dilansir dari Kumparan, Budi, salahsatu korban penggusuran pun menuturkan, warga Tamansari masih berharap dapat berdialog langsung dengan Wali Kota Bandung Oded M. Danial untuk mencari solusi terbaik pasca-penggusuran.

Akan tetapi, pertemuan dengan Oded tidak juga terlaksana. Dialog diharap dapat menjadi momen untuk menemukan solusi terbaik dan berguna bagi dua pihak yakni Pemkot Bandung ataupun warga Tamansari. Diketahui, saat momen penggusuran, banyak terjadi kekerasan dan pelanggaran HAM. (JAV/TSS)