Bali Menunggu Pencabutan Larangan Turis Asing Masuk Indonesia

oleh -
Turis yang tinggal di Bali mengikuti upacara Yadnya Pamahayu Jagat dan Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, bertepatan dengan Purnama Kasa, Minggu (5/7/2020). foto: reuters

JALAJAHNUSAE.com – Tinggal beberapa pekan lagi Bali akan membuka kran untuk turis asing. Sesuai yang telah dijadwalkan  Pulau Dewata itu berencana me-launching wisatawan mancanegara pada September bulan depan.

Berbarengan dengan  rencana tersebut, industri pariwisata di Bali juga sedang menunggu pencabutan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang larangan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia

Ketua Perhimpunan Taman Usaha Rekreasi (PUTRI) Bali I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo Yudha (Gung In) ketika mintai tanggapanya soal pencabutan larangan itu belum bisa memberikan penjelasan secara rinci karena masih mengikuti perkembangan selanjutnya.

“Kebetulan siang ini, sekitar jam 1-an kami di undang pak Gubernur untuk rapat bersama seluruh asosiasi dan stakeholder pariwisata, jadi nanti setelah rapat ya, kita akan sampaikan perkembangan berikutnya,” jawab Ayu melalui pesan pendek yang dikirim kepada Jalajahnusae.com, Sabtu (22/8/2020).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Bali, I Gusti Ayu Agung Inda Trimafo. Foto: dok pribadi

Pekan lalu pemerintah, melalui  Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kosmas Hareva mempertimbangkan untuk mencabut Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 11 Tahun 2020 tentang larangan warga negara asing (WNA) masuk ke Indonesia menyusul rencana dibukanya kembali Pulau Bali untuk wisatawan mancanegara pada September mendatang.

Dikatakan Kosmas Hareva, sejauh ini rencana  tersebut sedang dikaji dan akan dikoordinasikan dengan satuan tugas (Satgas) penanggulangan Covid-19.

“Kami selalu pertimbangkan dengan matang, kami lihat dinamikanya. Kalau memang nantinya Satgas mengatakan sudah semakin baik dan sudah ada kesepakatan dengan beberapa negara-negara mitra, maka tentu itu akan disesuaikan,” imbuhnya dalam video conference.