Seminggu PSBB di Bodebek,Tren Covid-19 Masih Bertambah

oleh -
Seorang petugas melakukan cek suhu badan kepada pengendara dari arah Kota Bandung menuju Kabupaten Cianjur di Jalan Rajamandala,Cianjur,Selasa (21/4/2020). Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com –Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) belum  berhasil menurunkan angka kasus positif virus corona (Covid-19).

“Untuk melakukan evaluasi, kita menggunakan daftar tilik. Dan dari daftar tilik yang kita buat itu secara teratur dilaksanakan di Bodebek, kemudian hasilnya kita bahas di dalam tim namanya monev (monitoring dan evaluasi),” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani, Selasa (21/4/2020).

Dari hasil pembahasan, untuk sementara sampai saat ini dilihat dari kasus masih meningkat ataupun trennya masih bertambah.

Berli tak merinci jumlah peningkatan kasus Covid-19 yang dimaksud. Namun menurutnya, peningkatan kasus tersebut masih sesuai dengan prediksi pihaknya.

“Jadi ini masih sesuai prediksi awal bahwa puncak yang terjadi dengan upaya Pemerintah Provinsi (melakukan PSBB) ini diperkirakan berlangsung 22 April sampai 29 Mei,” katanya.

Mengingat kasus corona belum mencapai masa puncaknya, Berli meminta masyarakat waspada. Saat ini, kata dia, dibutuhkan kerja sama dan penyadaran dari seluruh pihak agar tetap melaksanakan physical dan social distancing.

“Jangan membentuk kerumunan massa apalagi nanti di bulan puasa dalam keadaan normal banyak sekali kegiatan berkumpul massal. Ini harus kita kurangi dan batasi, beraktivitas saja di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data situs pantau Pikobar, kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar sudah mencapai 756 orang. Sebanyak 68 di antaranya meninggal dunia dan 76 orang sembuh.

(adh)