WHO Serukan Eropa Tak Perlu Lagi Lockdown

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Masyarakat Eropa kini boleh kembali beraktivitas seperti biasa menyusul seruan Badan Kesehatan Dunia ( WHO)  bahwa  tak perlu lockdown lagi untuk menangani virus corona.

Alasannya, karena pemerintah sekarang lebih siap dan sudah mendapat pemahaman tentang cara melawannya sejak beberapa bulan terakhir.

“Dengan aturan-aturan dasar nasional dan tambahan yang ditujukan, kami berada dalam posisi yang jauh lebih baik sekarang untuk membasmi penyebaran virus ini secara lokal,” kata Kepala Cabang WHO Eropa Dr.Hans Henri P.Kluge, dalam keterangan persnya, Kamis (20/8/2020).

“Kami bisa menangani virus dan menjaga perekonomian tetap berjalan dan sistem pendidikan tetap beroperasi,” tambahnya.

Eropa telah mengalami peningkatan yang stabil dalam jumlah kasus selama dua bulan terakhir, ujarnya.

Pada minggu pertama Agustus ada tambahan 40.000 lebih banyak kasus yang dilaporkan, dibandingkan pada Juni ketika kasus berada di titik terendah.

“Tapi kami tidak berada di bulan Februari, kami dapat mengelola virus secara berbeda sekarang dari yang kami lakukan saat Covid-19 pertama kali muncul,” ucap Kluge.

Selain mengingatkan tentang kebersihan tangan, social distancing, dan pengujian serta pelacakan nasional, WHO juga menyarankan aturan tambahan diterapkan jika ada klaster corona yang muncul.

Rata-rata 26.000 kasus baru virus corona dilaporkan setiap hari di Eropa, menurut WHO.

Anak-anak muda yang cenderung mengalami gejala lebih ringan dan tingkat kematiannya lebih rendah, berada di balik peningkatan kasus ini.

Namun Kluge juga menekankan urgensi membuka kembali sekolah dengan kondisi negara berangsur normal, karena akan ada efek negatif dari penutupan sekolah terhadap anak-anak.

WHO cabang Eropa yang mencakup 55 negara, telah melaporkan hampir 4 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan 215.000 kematian terkait virus, menurut induk kesehatan Benua Biru tersebut. (adh/*)