Menko PMK: Wisata Lokal Tetap Boleh Buka Saat Lebaran

by -
Libur Lebaran
Pada saat libur Lebaran Pantai Nyiur Melambai, di Dusun Sawah Desa Lalang, Kecamatan Manggar Belitung Timur ini ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan saat ahir pekan juga tetap ramai sebagai lokasi favorit liburan. (Foto: Jalajahn Nusae/adhi)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meluruskan soal kontroversi pembukaan objek wisata ditengah larangan mudik Lebaran 2021.

“Kemarin kan sudah mulai ada yang protes, wah mudik dilarang tapi wisata dibolehkan. Iya sebetulnya wisatanya itu dalam rangka lebaran gitu ya. Jadi bukan wisata tadi itu wisata dengan destinasi yang jauh tadi itu. Ya kalau orang tidak sudah tidak boleh pergi ke mana-mana ya dibukalah wisata lokalnya agar dia bisa pergi ke tempat-tempat liburan tapi dengan kepatuhan yang terkendali, itu sebetulnya yang dimaksud,” kata Muhajdir dalam diskusi virtual di akun YouTube BPKN, Selasa (20/4/2021).

Menurut Muhadjir,  pergerakan sebelum dan pada waktu Lebaran masih dibolehkan. Itu sebabnya, wisata-wisata lokal dinilai masih dimungkinkan untuk dibuka dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Misalnya maksimum 50 persen, kemudian peraturan disiplin protokol kesehatan diperketat, sanksi untuk mereka yang tidak mematuhi SOP juga itu akan ditegakkan,” kata Muhadjir.

Kebijakan ini diharapkan bisa membuat nadi ekonomi terus berdenyut. Termasuk pergerakan arus barang dan jasa serta daya beli masyarakat yang diharapkan bisa tumbuh di saat Lebaran.

“Karena itu, wisata lokal masih dibolehkan,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Muhadjir, sudah menghitung soal pemberian bantuan ke masyarakat yang mengalami kesulitan akibat larangan mudik ini.

Kemensos, kata Muhadjir, akan segera menyerahkan bantuan sosial.

“Dari Kementerian Sosial dikoordinasi bantuan sosial itu pada awal Mei sehingga pada waktu lebaran itu mereka yang kurang beruntung sudah menikmati bantuan sosial. Bahkan kemudian akan dirapel, Mei, Juni diberikan sekaligus agar bisa digunakan untuk belanja untuk merayakan Lebaran itu,” ucap Muhadjir. (DTK/adh)