UAS: “Tidak Berkerumun Di Masjid Juga Di Mall…”

oleh -
Ustadz Abdul Somad (UAS) mengendarai motor vespa dari Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan ke Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta Pusat, pekan lalu. Foto:IG-@ustadzabdulsomad_official

JALAJAHNUSAE.com –  Ustadz Abdul Somad (UAS) menanggapi  fatwa MUI terkait salat di rumah akibat pandemi Corona. Haruskah tinggalkan masjid?

Begini penjelasan UAS, ada orang-orang yang bertanya alasan masjid ditutup saat pandemi virus Corona namun mal tetap dibuka. Di saat yang sama, bandara hingga bioskop tetap beroperasi.

“Bahwa ada sebagian orang mengatakan risau ‘kenapa masjid ditutup, kenapa mal tidak. Kenapa masjid ditutup, kenapa airport tidak. Kenapa masjid ditutup, kenapa bioskop tidak’,” kata UAS dalam video yang diunggahnya di Instagram.

Itu tidak serta merta lalu kita berkata “kalau gitu masjid jangan ditutup”.

“Yang tepat itu tidak begitu. Tidak berkerumun di masjid juga tidak berkerumun di mal,” sambungnya.

UAS mengatakan jangan sampai seseorang tidak salat berjemaah di masjid dengan alasan takut tetular virus Corona namun malah jalan-jalan di mal.

Dia juga bicara soal fatwa MUI tentang salat di rumah saat pandemi Corona. MUI sebelumnya membuat fatwa bahwa orang yang sudah terpapar virus Corona serta yang berada di kawasan dengan penularan tinggi boleh salat di rumah masing-masing.

UAS percaya dengan MUI. Dia juga mengikuti sikap ulama-ulama Mesir soal salat di rumah.

“Saya percaya kepada Majelis Ulama Indonesia dan khusus Mesir, karena saya alumni Al-Azhar,” ujarnya.

“Saya sebagai orang awam yang tidak berilmu ikut ulama-ulama dan guru guru kami di Al Azhar yang sudah mengeluarkan keputusan pada tanggal 15 Maret 2020 tentang gugurnya salat Jumat dan salat fardu,” tutur UAS.

Dia membandingkan jumlah korban akibat virus Corona di Indonesia dan Mesir. Jumlah korban di Mesir rendah.

“Perlu kita pahami bahwa korban akibat virus corona di Mesir jauh di bawah Indonesia. Coba lihat pengumuman, paling tinggi jauh di atas Cina, setelah itu Italia, setelah itu Iran, kita (Indonesia). Mesir jauh di bawah. Oleh sebab itu Mesir saja langkahnya begitu, apalagi kita. Wallahualam,” tutupnya.

(adh)