Floating Market Grup Tutup Cegah Wabah Covid-19

oleh -
Objek Wisata Floating Market yang dikelola PT Perisai Group tutup sejak Kamis (19/3/2020) hingga 14 hari ke depan. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Pengelola objek wisata Floating Market grup memutuskan menutup semua wahana yang ada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Penutupan ini dilakukan  sementara untuk mencegah kerumunan orang dalam rangka antisipasi virus corona COVID-19.

Objek wisata di Lembang yang ditutup sementara sejak Kamis (18/3) antara lain; The Great Asia Afrika, Floating Market, Farm House, dan D’Ranch.

“Hari ini sudah mulai tutup karena kami menghindari juga efek dari virus corona ini,” kata CEO PT Perisai Group, Perry Tristianto, selaku pengelola empat objek wisata itu, kemarin.

Perry menyebutkan, penutupan empat lokasi wisata itu akan berlangsung selama 14 hari sesuai dengan Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

“Kami coba dengan 14 hari dulu. Tapi kalau terlalu lama virus corona ini jadi masalah juga,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sementara objek wisata yang berada di Kecamatan Lembang.

Kawasan Lembang menjadi destinasi wisata populer, terutama di kalangan warga Jabodetabek yang sering datang pada hari Sabtu dan Minggu.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Floating Market yang berada di lembang tutup sementara. Foto: Jalajah Nusae/adhi

Sebagian besar turis yang datang dengan keluarga dan rombongan anak sekolah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bandung Barat, Sri Dustirawati mengatakan pihaknya akan melakukan monitoring untuk mengawal kebijakan penutupan tersebut.

Di kawasan tersebut, kata dia, tercatat ada sebanyak 33 objek wisata.

Apabila ditemukan objek wisata yang masih beroperasi, menurutnya pihaknya akan mengevaluasi pengelola tempat tersebut.

Saat ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terus berkoordinasi dengan bupati dan wali kota Bekasi untuk mencegah penyebaran penularan corona.

“Saya sudah telepon wali kota dan bupati untuk pastikan kurangi pergerakan ke Jakarta karena episentrumnya ada di sana dan terbukti lonjakan di daerah itu,” kata Ridwan pada Kamis (19/3/2020) lalu.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah resmi mengumumkan untuk meniadakan aktivitas belajar mengajar siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA di wilayah Jabar.

Pemberlakuan kebijakan belajar di rumah tersebut akan berlangsung selama dua pekan ke depan, mulai dari 16-30 Maret 2020 mendatang.

(adh/ant)