Tinggalkan Thailand, Turis China Incar Indonesia

oleh -
Para wisatawan tengah menikmati pemandangan di sekitar Kuil Phnom Bakheng. Sebuah candi yang dibangun pada akhir abad ke-9 dan didedikasikan untuk Dewa Siwa dalam agama Hindu. Foto:IG-@myproguide_cambodia

JALAJAHNUSAE.com – Menguatnya mata uang Thailand (Batht) ternyata berdampak bagi tingkat kunjungan turis asal China. Kemungkinan besar industri pariwisata di Negeri Gajah Putih itu pun mengalami penurunan.Padahal Thailand berharap akan menerima rekor 40 juta pengunjung pada akhir tahun ini.

Sebagian besar pelancong ke Thailand berasal dari China dan negara-negara lain di kawasan ini, termasuk jutaan lainnya datang dari Eropa dan Amerika Serikat. Namun dengan terjadinya  tingkat konversi mata uang, berimbas pada keputusan saat menganggarkan biaya perjalanan wisata.

“Ini benar-benar memiliki efek, jika dibandingkan dengan mata uang negara Asia lainnya mereka lebih suka pergi ke Vietnam, Malaysia, Singapura atau Indonesia,” kata Wichit Prakobgosol, presiden Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, semacam Asita-nya Indonesia, baru-baru ini.

Sebelum baht menguat, kunjungan orang-orang China sudah menurun setelah kecelakaan perahu di Phuket tahun lalu menewaskan puluhan turis.