Pariwisata Bali dan Labuan Bajo Ditargetkan Buka Juli Mendatang

oleh -
Tari Kecak Bali masih menjadi salah satu daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Pulau Dewata ini. foto:IG-@extramilesbali

JALAJAHNUSAE.com – Kepastian pariwisata Bali dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh buka mulai ada titik terang. Dua kawasan wisata terfavorit itu cukup terpukul akibat dampak pandemic corona sehingga membuat perekonomian terpuruk.

Sinyal boleh beroperasinya kembali industri pariwisata dua daerah tersebut datang dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai rapat soal pariwisata di kantornya pada Jumat (19/6/2020).

“Kemudian Pulau Komodo, Labuan Bajo, itu juga oleh Gubernur dilaporkan siap. Bali juga sudah siap. Around Juli semua lah,” ujar Luhut.

Selain kawasan tersebut, Banyuwangi juga disiapkan untuk beradaptasi dengan new normal pariwisata. Tepatnya di Pantai Plengkung atau yang populer disebut G-Land.

Plantai Plengkung semestinya menjadi tuan rumah untuk kejuaraan dunia surfing setiap tahun.

“Tadi Banyuwangi siap, tapi kita lihat virus Corona juga nanti. Yang jelas Banyuwangi ini sudah disiapkan untuk World Surfing League. Harusnya November, itu penonton nomer ketiga terbesar di dunia, lebih besar dari MotoGP. MotoGP itu nomer kesembilan,” ujar Luhut.

“Itu memilih G-Land di Banyuwangi sebagai tempat. Mungkin ditunda tahun depan,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan akan membuka beberapa sektor di Bali, kecuali pendidikan dan pariwisata. Sektor yang akan dibuka terlebih dahulu adalah sektor perdagangan dan perindustrian.

Pembukaan pariwisata akan dilakukan secara bertahap. Perencanaannya, bulan Agustus hanya untuk wisatawan domestik, sedangkan untuk wisatawan mancanegara rencananya akan dilaksanakan pada tahap ketiga di bulan September.

(adh)