Trump Geram “Wuhan” Telah Menyebabkan Banyak Kematian Warga AS

oleh -
Pasangan yang menggunakan masker ini menari di taman di sebelah Sungai Yangtze di Wuhan,di provinsi Hubei tengah Cina pada 13 April 2020. China menyatakan Wuhan telah kembali pulih dari pandemi corona. Foto:IG-@afpphoto

JALAJAHNUSAE.com – Presiden Amerika Donald Trump tak kuasa menahan amarahnya ketika ditanya wartawan Gedung Putih soal peluang China akan menerima konsekuensi atas pandemi virus Corona (Covid-19) yang ditimbulkan.

Virus mematikan ini dimulai dari Wuhan,China pada Desember lalu dan telah menewaskan lebih dari 157 ribu orang di seluruh dunia.

Di Amerika Serikat sendiri pandemi virus corona memecahkan rekor kematian  sebanyak 1.891 jiwa dalam sehari.

Trump pun memperingatkan China bahwa mereka bisa menghadapi konsekuensi bila ‘diketahui bertanggung jawab’ atas penyebaran pandemi virus corona.

“Ini bisa dihentikan di China sebelum dimulai dan itu tak dilakukan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (18/4) waktu Amerika Serikat.

“Dan kini seluruh bagian di dunia menderita karenanya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut terlontar usai Trump ditanya peluang China akan menerima konsekuensi atas pandemi yang dimulai dari Wuhan pada Desember lalu dan telah menewaskan lebih dari 157 ribu orang di seluruh dunia.

“Bila mereka diketahui bertanggung jawab, pastinya,” kata Trump.

Laboratorium Institut Virologi Wuhan membantah tudingan yang menyebut lembaga itu sebagai sumber penyebaran virus corona (Covid-19) di awal kemunculannya di China.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah China, CGTN, direktur laboratorium itu, Yuan Zhiming, mengatakan mustahil jika virus corona datang dari laboratoriumnya.

“Saya tahu itu tidak mungkin. Sebagai orang yang melakukan studi viral, kami mengetahui dengan jelas penelitian apa yang tengah dilakukan di institut ini dan bagaimana institut ini mengelola berbagai virus dan sampel,” kata Yuan seperti dilansir AFP, Minggu (19/4).

Selain itu, Yuan menuturkan tidak ada satu pun staf di laboratoriumnya yang terinfeksi corona, meski seluruh departemen di institut itu tengah melakukan berbagai penelitian terkait virus SARS-Cov-2 tersebut.

Data statistik John Hopkins University mencatat angka kematian akibat virus corona di Amerika Serikat melonjak 1.891 pasien dalam 24 jam pada Sabtu (18/4).

Angka kematian itu menjadi yang tertinggi ditemukan AS dalam satu hari sejauh ini. Dilansir AFP, lonjakan tersebut menjadikan total kematian akibat virus corona di AS mencapai 38.664 pasien.

Hingga Minggu (18/4), AS tercatat memiliki 732.197 kasus corona. Jumlah itu menjadikan AS sebagai negara dengan kasus covid-19 dan kematian tertinggi di dunia.

Negara bagian New York menjadi wilayah dengan kasus corona terbanyak di AS, yakni mencapai 222.284 kasus dengan 14.636 kematian.

(adh/cnn)