Puluhan ASN Jabar dan Warga Mulai Jalani Test Covid-19

oleh -
Puluhan Aparat Sipil Negara (ASN) dan warga melakukan cek kesehatan terakit Covid-19 di Gedung Sate,Kota Bandung,Jumat (20/3/2020). Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga mulai melakukan test Covid-19 di pelataran Gedung Sate,Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (20/3/2020).

Sebuah tenda besar sejak pagi hari sudah dipersiapkan tepat disamping pintu utama. Termasuk tenaga medis yang mulai bekerja untuk memeriksa kesehatan ASN maupun masyarakat biasa.

“Saya mengambil inisiatif sendiri untuk ikut pemeriksaan ini. Karena sebelumnya saya ikut liputan saat penerimaan 69 WNI dari Jepang di Bandara Kertajati, beberapa hari lalu,” kata salah seorang wartawan media lokal ketika ditemui dilokasi pengecekan kesehatan.

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil sudah mengumumkan rencana pelaksanaan tes proaktif atau tes mandiri COVID-19 melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar.

Foto: adhi

Namun tes mandiri ini untuk sementara hanya diutamakan kepada keluarga bagi Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Perawatan (PDP).

Hal ini diungkapkannya dalam komentar diunggahan akun Instagramnya @ridwankamil pada Kamis 19 Maret 2020.

Pada komentar tersebut, akun Instagram bernama @endangsuyantin menanyakan mengenai tes virus corona secara massal di lingkungan Jawa Barat.

Akun Instagran @endangsuyantin pun mengaku rela jika uang pajak digunakan untuk pencegahan virus corona dan menunda penggunaan lainnya.

Foto: adhi

“Kang, adakah rencana yang masif buat rakyat Jawa Barat untuk cek COVID-19? Kami rela uang pajak digunakan untuk preventif dan menunda penggunaan anggaran di sektor lain. Mungkin nasional perlu waktu memutuskan, tapi kalau anggaran daerah bisa kan kang?,” tulis akun Instagram @endangsuyantin.

Menanggapi hal ini, Ridwan mengaku saat ini test kit sedang di beli dan membutuhkan waktu karena alat tersebut harus diimpor.

“Tes mandiri sedang dilakukan. Tapi untuk keluarga odp/pdp dulu. Test kit sedang dibeli, karena harus impor kang. Doakan lancar,” balas Ridwan Kamil.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, data terakhir, 230 orang sudah menjalani tes mandiri dengan hasil mayoritas negatif dan satu positif.

Untuk diketahui, Jabar mempunyai alat dan tempat pengecekan dengan standar Bio Safety Level 2+‚ dalam hal ini UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar.

Labkes Jabar berkoordiasi dengan Lab Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB).

(adh)