PHRI: Keberadaan Bandara YIA Harus Didorong Direct Maskapai

oleh -
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) ‘Meraih 1 Juta Wisman ke Borobudur melalui Pengembangan Aksesibilitas Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)’ di Terminal Bandara YIA, Rabu (18/9/2019). Foto: dok kemenpar

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah kini bertumpuh pada keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta Internasional Airport (YIA) untuk mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara (wisman).

Namun demikian jika hanya mengandalkan fasilitas bandara saja tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan upaya menarik maskapai untuk melakukan penerbangan langsung (direct).

“Saat ini baru Singapura dan Malaysia saja yang sudah membuka rute langsung. Sementara kalau dilihat dari kapasitas bandara, YIA  bisa menampung hingga 27 penerbangan. Artinya masih banyak slot kosong yang bisa diisi,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta  Istijab M Danunagoro kepada Jalajahnusae.com, Kamis (19/9/2019).

Menurut Istijab, selain harus melakukan terobosan baru dengan membuka tambahan rute  internasional juga  perlu penguatan antara lembaga pariwisata agar target mencapaian 1 juta wisman ke Borobudur tercapai.

“Kemarin langkah pak menteri pariwisata sudah bagus, mengajak semua komponen untuk turun sehingga mulai dari pak gubernur,bupati wali kota dan SKPD lainnya bisa mempromosikan pariwisata langsung ke China sebagai market potensial,” kata Istijab.