Kepengurusan PHRI Pangandaran 2019-2024 Dikukuhkan

oleh -
Penyerahan bendera patakah PHRI dari Ketua PHRI Jawa Barat ke Ketua BPC PHRI Pangandaran yang baru dilantik, Agus Mulyana. Foto:adhi

JALAJAHNUSAE.com – PHRI Jawa Barat mengukuhkan kepengurusan BPC Pangandaran periode 2019-2019, Senin (19/8/2019) di Hotel Sandaan.

Saat proses pelantikan sedang berlangsung dengan dihadiri Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar dan jajaran kepengurusan lainnya.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut Bupati Pangandaran yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ade Supriatna,Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran Undang Sobarudin dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Pembacaan SK Pelantikan Kepengurusan BPC PHRI Pangandaran oleh Wakil Ketua PHRI Jawa Barat, Herie Hermanie. Foto:Jalajah Nusae/adhi

Ketua BPC PHRI Pangandaran periode 2019-2024 Agus Mulyana mengemukakan bahwa amanat yang diemban untuk memimpin PHRI merupakan tanggungjawab besar yang harus dilaksanakan dengan baik.

“Tugas kami ke depan adalah menyelarasakan program bapak Bupati untuk menjarikan Pangandaran sebagai destinasi dunia,” katanya.

Sejak penataan kawasan pantai, kini Pangandaran lebih indah sehingga menjadi daya tarik wisatawan, tidak saja domestik tetapi juga wisatawan asing.

“Semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, makan akan menguntungkan bagi PHRI,” tandasnya.

Namun demikian,lanjut Agus,banyak hal yang masih harus dipersiapkan. Diantaranya, bagaimana meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pangandaran Ade Supariatna mengucapkan selamat bekerja kepada kepengurusan BPC Pangandaran.

“Pelantikan PHRI ini menjadi tonggak sejarah untuk terus mendorong pengembangan dunia kepariwisataan di Pangandaran. Mari kita bekerja keras menuju Pangandaran sebagai kawasan wisata berkelas dunia,” tegasnya.

Foto:adhi

Menurut Ade, pemerintah daerah telah menggelontorkan anggaran Rp.40 miliar dalam penataan pantai barat dari tenda-tenda biru yang selama ini sulit ditertibkan.

“Kepemimpinan bapak Bupati Jeje selama ini memang sangat concern terhadap pengembangan wisata dan melakukan langkah-langkah konkret dalam melakukan penataan pantai,relokasi nelayan, dan pembangunan kawasan wisata lainya agar lebih baik,” tandasnya.

Bupati Pangandaran–sebagaimana disampaikan Ade mengingatkan agar pelaku industri perhotelan dan restoran di Pangandaran untuk tidak membuang limbah sembarangan.

“Ini juga menjadi perhatian serius, jangan sampai tamu datang ke Pangandaran tetapi mendapati pantai yang tercemar. Tentu tidak bagus,” ujarnya.

Sampai berita ini ditulis pukul 10.45 WIB acara sedang berlangsung untuk mendengarkan sambuatn Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin.

(adh)