Pariwisata Singapura Butuh Lima Bulan Untuk Pulih Kembali

oleh -
Pusat pertunjukan seni kelas dunia di Singapura, Esplanade - Theatres on the Bay ini sepi pengunjung pasca munculnya virus corona. Foto:IG-@teekaythomas

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah Singapura tengah bekerja keras untuk memulihkan kembali pariwisata. Sejak munculnya wabah virus corona yang menyebabkan 77 warganya terinfeksi, praktis kegiatan pariwisata di negeri Singa ini terhenti.

“Kami belum tahu. Namun menurut perdana menteri kami, belajar dari kasus SARS dahulu kami butuh lima bulan (untuk pulih). Mungkin untuk ini kami butuh waktu lebih lama,” jelas Executive Director Singapore Tourism Board (STB) untuk South East Asia, John Gregory Conceicao, sebagaimana dikutif kompas, Selasa (18/2/2020).

Setelah virus corona mulai ditemukan di Singapura dan menyebar sejak beberapa minggu belakangan, pemerintah Singapura masih terus berusaha untuk menjaga penyebaran virus agar tak jadi lebih luas lagi.

Menurut John, Singapura diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam bulan untuk kembali pulih. Untuk sementara waktu, Singapura akan terus menunggu hingga situasi corona ini mereda.

Pasalnya, kapan kondisi ini akan mereda bergantung pada kondisi virus corona di negara lain juga termasuk China.

Namun untuk sekarang, selain menunggu STB juga telah berencana untuk kembali mempromosikan wisata Singapura pada wisatawan global termasuk wisatawan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibitions (MICE).

John menjanjikan, Singapura masih memiliki banyak hal menarik yang bisa ditawarkan.

Masyarakat Indonesia yang kini banyak menunda bahkan membatalkan perjalanan bisa mengharapkan promo menarik seputar tiket pesawat dan tur di Singapura nantinya.

“Sangat bergantung pada seberapa lama situasi di Singapura bertahan dan berapa lama kami bisa kembali ke status hijau. Selain itu juga bagaimana tingkat kepercayaan diri para turis untuk kembali traveling,” tutup John.

Sejauh ini, telah ada sekitar 77 orang yang terinfeksi dan 26 diantaranya telah diperbolehkan untuk pulang karena berhasil sembuh.

Dikatakan John, banyaknya orang yang berhasil sembuh itu jadi tanda yang sangat baik.

Namun hingga kini, pemerintah Singapura dan STB masih belum bisa memperkirakan kapan situasi akan kembali normal. Termasuk kapan industri pariwisata Singapura bisa pulih kembali.

(adh)