KLHK dan Kemenparekraf Bersinergi Kembangkan Wisata Konservasi

oleh -
Pertemuan Wamen LHK Alue Dohong dengan Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo. (Foto KLHK via jpp.go.id)

JALAJAHNUSAE.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjalin kesepakatan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pengembangan wisata di kawasan konservasi. Hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar mencapai visi dan misi Kabinet Indonesia Maju, seluruh kementerian/lembaga dapat bekerja lintas sektoral.

“Lintas sektoral yaitu kerja bersama, bukan berarti tumpang tindih, melainkan bersinergi, saling mendukung dan memperkuat sesuai dengan tugas dan fungsi pokok masing-masing,” papar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong, saat menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Parekraf Angela Tanoesoedibjo, di Jakarta, Kamis (14/11/2019), disitat dari laman jpp.go.id.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan destinasi wisata super prioritas, yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jawa Tengah/Yogyakarta), kawasan Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan kawasan Likupang (Sulawesi Utara).

Menurut Wamen Alue Dohong, KLHK khususnya di Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) memiliki banyak sumber daya alam terutama konservasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.