Bali Kian Sepi Turis, Pelaku Pariwisata Terancam Jual Aset

by -
Ilustrasi - Sumber: Instagram Garuda Wisnu Kencana

BALI, Jalajahnusae.com – Kondisi ekonomi pariwisata Bali kian parah. Beberapa pelaku usaha di bidang pariwisata terancam bangkrut.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan bahwa Bali sudah mengalami dampak pandemi ini selama satu tahun. Kondisi ekonomi khususnya sektor pariwisata sudah tergolong parah. Bali sendiri saat ini sedang menjalani perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sejak 9 hingga 22 Februari.

“Ini perpanjangan yang ketiga kalinya sejak bulan Januari. Sepi sekali Bali ini,” kata Putu Juliawan dilansir Jalajahnews.com dari Tribunnews.

Satu tahun pandemi ini memberikan dampak buruk juga terhadap para pelaku usaha pariwisata. Salah satunya perusahaan yang bergerak di bidang jasa travel ini . Putu memiliki 25 armada mobil yang siap disewakan melalui Bali Citra Medina.

Di awal pandemi, Maret hingga Juli tahun lalu, ia mengaku mendapatkan fasilitas keringanan pembayaran kredit dari bank.

“Sejak Agustus, turis domestik mulai datang lagi. Pada Oktober makin sibuk sampai akhirnya ditutup lagi pada Desember lalu. Kalau keadaannya berlanjut seperti ini satu bulan lagi, saya kira kami bisa bangkrut,” tambahnya.

Sementara itu, dilansir dari kompas.com, pengamat pariwisata yang juga Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali, I Gede Pitana setuju jika Bali kembali membuka akses kunjungan wisatawan mancanegara. “Saya setuju agar pariwisata di Bali digerakkan kembali, karena pemulihan ekonomi Bali itu hanya bisa melalui pariwisata,” kata Pitana, Selasa (17/2/2021).

Dirinya juga memiliki pertimbangan hambatan untuk merealisasikan hal tersebut. Ia pun menemukan solusi agar pemerintah fokus terlebih dahulu kepada wisata nusantara.