Aplikasi Ini Bisa Mendeteksi Jumlah Pengunjung Yang Dibutuhkan

oleh -
Pintu masuk ke Taman Rekreasi Pemandian Air Panas Alami di Sari Ater,Kabupaten Subang,Jawa Barat. Taman rekreasi terfavorit ini dalam dekat kembali akan beroperasi. foto: jalajah nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Sektor pariwisata kembali akan beroperasi setelah tiga bulan tutup sementara akibat dampak pandemic corona (Covid-19).

Beberapa daerah bahkan sudah mulai secara bertahap mengizinkan kawasan pariwisata seperti taman rekreasi dan tempat hiburan lainnya dibuka kembali.

Untuk meminimaisir penyebaran corona di sektor usaha termasuk wisata, pemerintah setempat sudah membuat aturan.

Salah satu protokol kesehatan yang berlaku di sektor pariwisata di Jakarta,misalnya, baik taman rekreasi indoor dan outdoor, kawasan pariwisata dan taman margasatwa, memberlakukan pengunjung maksimal 50% dari kapasitas.

Artinya pelaku usaha diwajibkan untuk melakukan protokol kesehatan selama masa transisi dengan mengatur jumlah arus kunjungan.

Melihat adanya kebutuhan mengelola jumlah pengunjung, Goers sebagai platform penyedia tiket secara daring menawarkan solusi manajemen kunjungan (visitation management system).

Alat ini ‘bertugas’ untuk mengontrol serta memonitor jumlah pengunjung yang datang secara real-time menggunakan platform digital.

Solusi manajemen kunjungan adalah online dan onsite registrasi, reservasi, e-ticketing dan booking secara digital, agar pemilik atau pengelola venue dapat mengelola antrian dan jumlah pengunjung yang akan hadir.

Sammy Ramadhan, founder sekaligus CEO Goers menyatakan dengan teknologi ini,  pengunjung dapat registrasi secara daring di channel mitra yang kami kelola sebelum datang ke sebuah lokasi, baik itu tempat wisata, event, MICE, bahkan konser music.

“Harapannya kami dapat memberikan rasa aman kepada pelaku usaha di bidang hiburan dan pariwisata serta pengunjung,” kata Sammy Ramadhan, Founder dan CEO Goers, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/6/2020).

Data pengunjung akan tercatat di sistem yang terintegrasi dan memudahkan pihak pemerintah serta pelaku usaha untuk memantau dan melacak dengan cepat jika terjadi potensi penularan.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Cucu Kurnia  mengapresiasi upaya Goers bagi pelaku usaha dan pemerintah terutama dalam hal penggunaan solusi digital ini. Ia pun berharap penumpukan antrian pengunjung dan over capacity dapat dihindari.

Solusi teknologi yang mendapat pendanaan dari MDI Venture, salah satu unit bisnis investasi dari Telkom Indoneisa serta Mahaka Media ini telah diadopsi oleh Ancol Taman Impian.

Pihak pengelola Ancol hanya akan menjual tiket secara daring dan meniadakan pembelian offline atau on the spot di gerbang utama maupun unit rekreasinya sebagai langkah mendukung Pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kami berharap dengan menggandeng Goers sebagai mitra teknologi, dapat memberlakukan protokol PSBB transisi dan new normal,” ucap Ari Kurniawan, VP Digital Marketing Taman Impian Jaya Ancol.

(adh/ktn)