Karyawan Perhutani Ikuti “Quick wins Rebranding” LPK AMA Institute

by -
Manager Akademik & Program AMA Institute, Ade Mardiah Hayati saat menyampaikan materi dalam pelatihan program quick wins Rebranding Ranca Upas dan Kawah Putih. (Foto: Dok)

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Peningkatan sales and marketing skill menjadi penting untuk menyukseskan program pemasaran suatu produk.

Terkait hal itu sebanyak 12 karyawan Perhutani mengikuti pelatihan yang digelar oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) AMA Institute di Sari Ater Kamboti Hotel & Convention. (12/04/2021 lalu).

Mereka yang itu dalam program quick wins Rebranding Ranca Upas dan Kawah Putih itu berasal dari Departemen Produksi, Industri, Ecotourism dan Agroforestry (Dept PIEA), Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism dan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 6 hari kerja dari tanggal 5 – 12 April 2021, dengan materi yang diberikan berupa pendalaman mengenai Basic Principles of Hospitality, meningkatkan konsep diri dan kemampuan manajemen diri.

Termasuk materi kompetensi teknis tata kelola standar usaha taman rekreasi dan taman rekreasi bertema (tematik), merancang pemasaran, merancang penjualan, mengelola komunikasi dan loyalitas pelanggan.

Pelatihan ini dimentori oleh Manager Akademik & Program AMA Institute, Ade Mardiah Hayati dan menghadirkan beberapa narasumber dari Akademisi, consultant, trainer, praktisi, Asesor Kompetensi  dan lain- lain.

Atty Thurniaty selaku Expert Madya Ecotourism dan Agroforestry menyampaikan bahwa pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan sale and marketing skill dalam rangka menyukseskan program quick wins Rebranding Ranca Upas dan Kawah Putih sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih dan memiliki kompetensi.

“Saya berharap setelah dilaksanakan pelatihan ini, para peserta dapat mengaplikasikan ilmunya di lapangan, sehingga  dapat mensukseskan program quick wins rebranding ini,” ungkapnya.

General Manager KBM Ecotourism Divisi Regional (Divre) Jawa Barat & Banten (Janten), Agus Mashudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada LPK AMA Institute, dimana bisa memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para peserta khususnya jajaran KBM Ecotourism dan petugas lapangan Cluster Ciwidey.

“Terkait program rebranding ini, diharapkan para petugas lapangan mampu mengubah total atau memperbaharui sebuah manajemen kelola wisata ataupun kondisi lapangannya yang telah ada agar menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ade Mardiah mengatakan bahwa materi pelatihan kerja berbasis kompetensi yang disiapkan adalah berdasarkan analisa kebutuhan usaha, situasi sosial ekonomi serta tuntutan industri dunia kerja terkini dan masa datang yang aplikatif dan memenuhi unsur SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant & Time-bound goals).

“Dengan Instruktur yang merupakan praktisi ahli yang berkompeten dan profesional dari berbagai bidang usaha yang berskala nasional maupun internasional, dengan menggunakan metoda pelatihan yang interaktif seperti simulasi, role play, praktek, diskusi dan diselingi ice breaking di antara sesi pembelajaran, sehingga peserta ter stimulus critical thinking, keberanian berpendapat dan kreatifitas,” tutupnya. (*/rilis)