Batam-Bintan Jadi Project Pembukaan “Cross Border Tourism”

by -
Batam-Bintan
Ilustrasi. Salah satu destinasi perbatasan Bintan. (Foto: Pixabay)

BATAM, Jalajahnusae.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan rapat koordinasi bersama dengan kementerian dan lembaga serta industri terkait, untuk membahas strategi reaktivasi pariwisata di Kepulauan Riau.

Reaktivasi ini diharapkan mampu membuka perbatasan Batam-Bintan sebagai pilot project dengan negara tetangga, yaitu Singapura, dalam pelaksanaan pariwisata perbatasan atau cross border tourism.

Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo pada 16 Maret 2021, yang menyatakan bahwa sektor pariwisata akan di buka secara bertahap mulai Juni atau Juli.

Pembukaan pariwisata ini tentu  dengan tetap memperhatikan beberapa indikator tertentu, antara lain kurva penyebaran COVID-19 yang harus semakin melandai, vaksinasi semakin meluas, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta kesiapan dari destinasi wisata.

Rapat koordinasi ini digelar secara luring dan daring, dari Batam, Kepulauan Riau, Kamis (15/4/2021) lalu itu diihadiri Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf; Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf; Nia Niscaya.

Hadir juga Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf; R. Kurleni Ukar, dan Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf;Frans Teguh.