Berwisata Di Eropa Semakin Rumit, Ada Ledakan Gelombang Kedua Covid-19

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Liburan di daratan Eropa sekarang semakin rumit. Hal ini disebabkan munculnya gelombang kedua kasus Covid-19 yang menunjukan angka cukup tinggi.

Semakin banyak negara di Eropa yang menerapkan pembatasan perjalanan baru dan langkah pengekangan yang mulai diberlakukan sejak, awal Agustus lalu.

Mereka mengkhawatirkan tingkat kematian global yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 700.000 orang.

Eropa masih menjadi kawasan yang terpukul paling parah di dunia dengan lebih dari 200.000 kematian sejak virus pertama kali muncul di Tiongkok akhir 2019.

Saat pemerintah di seluruh dunia berjuang menyelamatkan ekonomi akibat penguncian berbulan-bulan, banyak negara terpaksa tetap menerapkan langkah penahanan terbaru setelah mencabut pembatasan awal.

Jerman menjadi negara terakhir yang memperkenalkan tes wajib kepada seluruh warga yang kembali dari zona risiko yang diatur, seiring meningkatnya kekhawatiran peningkatan jumlah kasus karena liburan musim panas dan wabah lokal.

Daftar “zona risiko” yang dibuat Jerman mencakup sebagian besar non-negara Uni Eropa (UE), serta provinsi tertentu di Belgia dan Spanyol.

Austria, juga telah mengumumkan akan mengeluarkan peringatan perjalanan untuk daratan Spanyol, sehingga menjadikannya negara terakhir yang menerapkan pembatasan ke sesama negara UE.

Di pihak lain, Finlandia menghentikan kedatangan wisatawan dari beberapa negara UE termasuk Belgia, Belanda, dan Andorra. Warga Finlandia yang dari negara-negara itu juga diwajibkan karantina 14 hari.

“Situasinya sangat rumit. Apakah kita bisa mengharapkan gelombang lebih kecil atau lebih besar tergantung bagaimana kita merespons,” kata Direktur Strategis Kementerian Kesehatan Finlandia, Liisa-Maria Voipio-Pulkki.

Senada dengan itu, Inggris juga mewajibkan karantina 14 hari bagi para pendatang dari Belgia, Bahama, dan Andorra. Bagi para pendatang yang tiba di Inggris setelah hari Sabtu (8/8) dari tujuan wisata itu maka mereka diwajibkan isolasi mandiri 14 hari.

“Data menunjukkan kita perlu menghapus Andorra, Belgia, dan Bahama dari daftar koridor perjalanan virus corona untuk menekan tingkat infeksi,” kata Menteri Transportasi Grant Shapps, pekan lalu ini.

Norwegia mempertimbangkan Prancis sebagai zona merah karena kebangkitan kembali virus corona. Artinya, seluruh pelancong dari Prancis bisa menghadapi karantina wajib 10 hari.

Negara lain yang menerapkan pembatasan serupa adalah Swiss, Monako, Ceko, dan dua kawasan Swedia.

(adh)