Anies Baswedan Tak Lagi Order Bunga,Petani Cipanas Menjerit

oleh -
Petani bunga di Cipanas,Cianjur,Jawa Barat ikut terpukul akibat wabah virus corona (Covid-19). Seperti yang dialami Asep ini. Sejak awal Maret lalu pesanan bunga turun dratis. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Asep (48), dengan teliti menyemprotkan air ke beberapa tanaman bunga. Sesekali ia mengusap peluh yang menetes di wajahnya. Hari itu, matahari perlahan mulai meredup memasuki sore.

“Sekarang, yang bisa saya lakukan cuma menyemprot bunga ini. Sudah tidak ada lagi pembeli. Kalau ada, setiap hari hanya satu dua saja. Itu juga mereka yang datang dari sekitaran sini saja (vila),” kata Asep ketika ditemui Jalajahnusae.com, baru-baru ini.

Asep, adalah salah satu petani bunga yang membuka lapak di pinggir Jalan Raya Sukanagalih,Desa Sukanagalih,Kecamatan Sukaresmi,Kabupaten Cianjur,Jawa Barat.

Sebelum wabah corona muncul, Asep tak segundah hari ini. Bisa dipastikan setiap hari ada saja yang memesan bunga. Apalagi saat memasuki akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu banyak wisatawan yang mampir kebun miliknya.

“Bedanya jauh sekali. Sejak awal Maret lalu sudah sepi pengunjung. Waktu tahun baru sampai Februari masih ramai. Banyak yang dari Jakarta sering ambil bunga disini.

Tanaman Bougenville yang dipesan Pemda DKI Jakarta. Foto: Jalajah Nusae/adhi

Puncaknya, ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memesan tanaman Bougenville. Ada ribuan tanaman yang di order dari kawasan Cipanas,Cianjur.

“Saya, adik saya alhamdullilah sempat dapat orderan. Lumayan banyak, kami sudah sangat senang. Tiba-tiba di stop. Katanya ditunda dulu. Kami tidak tau sampai kapan. Padahal harapan besar kami dari penjualan Bougenville ke Pak Anies,” ungkap Asep.

Memang pembelian Bougenville tersebut tidak langsung oleh Anies Baswedan,tetapi melalui agen.

Mereka datang dan membeli seluruh tanaman Bougenville yang ada. Rata-rata setiap satu pohoin Bougenville dihargai Rp 300- 400 ribu.

“Yang paling banyak Bougenville itu kakak saya yang di Cibodas Taman. Dia sudah mengeluarkan modal banyak untuk mengumpulkan Bougenville dari petani lain. Ada yang sudah dibayar, ada juga yang baru dipesan,tapi bagaimana lagi, tiba-tiba pesanan dibatalkan,” kata Asep.

Selain dirinya dan petani bunga lain di Cipanas, terhentinya pasokan Bougenville ke Jakarta menjadi pukulan berat. Banyak yang menjerit karena semua harus berakhir ditengah harapan panen besar.

foto: adhi

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta kini tengah melakukan pembangunan 53 Taman Maju Bersama.

Gubernur Anies Baswedan  menargetkan pada tahun 2022 Jakarta sudah memiliki lebih dari 200 taman baru.

“Tahun ini 53 taman maju bersama dibangun. Setiap tahun kita bangun 53 taman harapannya empat tahun ke depan kita punya 200 lebih taman baru yang insyallah membuat Jakarta terasa lebih hijau,” kata Anies.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati bawah kegiatan penanaman tanaman Bougenville ini merupakan tindak lanjut dari Ingub 66 tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Suzi mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dari rencana Pemprov DKI menanam 2 juta tanaman sampai tahun 2022.

“Rencana penanaman 2.000.000 tanaman (500.000 pohon dan 1.500.000 tanaman hias) hingga tahun 2022,” ucap Suzi.

(adh)