Asita: Pemda Ciayumajakuning Harus Manfaatkan Rute Kuala Lumpur-Kertajati

oleh -
Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansjah. Foto:Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakung) harus bisa memanfaatkan dibukanya penerbangan internasional Kuala Lumpur, Malaysia – Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

“Sayang sekali, kalau pemerintah daerah Ciayumajakuning tidak memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan objek wisata. Sekarang harus cepat, jangan seperti tidur, tidak melakukan apa-apa untuk menawarkan potensi yang ada,” kata Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Barat, Budijanto Ardiansjah kepada Jalajahnusae.com,Minggu (16/02/2020).

Budijanto dimintai tanggapannya terkait masih belum adanya upaya percepatan dari wilayah tiga Cirebon (eks-Kerasedinan Cirebon) yang merupakan bagian paling timur dari wilayah Provinsi Jawa Barat dalam mengelola potensi sektor pariwisata.

Menurut Budijanto, mereka (pemda) jangan melihat dibukanya rute Kuala Lumpur-Kertajati hanya dari satu sisi yakni untuk kepentingan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tapi bagaimana rute ini bisa menumbuhkan industri pariwisata di sekitar.

“Harus ada penguatan pasar destinasi di Ciayumajakuning. Ini yang paling tepat. Karena kalau maskapai terbang ke Kertajati  untuk bawa wisatawan ke Kota Bandung,kurang pas. Jaraknya masih terlalu kejauhan,” kata Budijanto—yang juga Wakil Ketua Umum Asita ini.

Apalagi,lanjutnya, masih ada rute penerbangan ke Husein Sastranegara Bandung dengan model pesawat yang sama.

Budijanto menyayangkan lamban-nya gerakan pemerintah di Ciayumajakuning dalam merespon kehadiran maskapai yang mendarat di Kertajati.

“Dengan adanya bandara yang bagus dan masuknya maskapai Malaysia seharusnya bisa menjadi awal buat pemda untuk mengembangkan sektor pariwisata. Ya, kalau tidak ada yang bisa dinikmati wisatawan, mereka (maskapai) tidak lama terbangnya. Sayang kan,” tambahnya.

Asita sendiri sebetulnya sudah lama ikut  mempromosikan pariwisata dan paket-paket wisata di wilayah Cirebon.

Bahkan beberapa tahun lalu dengan kementerian pariwisata juga banyak melakukan branding, membantu pemerintah daerah dalam mengangkat potensi wisata yang ada.

“Tapi kami sendiri belum melihat ada progress ya. Malah, kita kan tahun lalu (2019) sempat menggelar ASITA West Java Travel Mart (AWJTM) ke V di Ballroom Aston Hotel Cirebon. Tujuannya, membantu memasarkan destinasi disini,” ujar Budijanto.

Budijanto tak memungkiri di wilayah Ciayumajakuning sektor pariwisata mungkin dianggap sesuatu yang baru sehingga masih ada “kebingungan” harus berbuat apa.

“Yang menggerakan pariwisata di daerah ini seharusnya kan dinas-dinas. Mereka memulai, asosiasi menyambut dan industri melaksanakan. Mestinya begitu. Tapi kalau ketiga-tiganya gak ngerti juga, ya gimana,” ungkap Budijanto.

Untuk itu ia menyarankan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat ikut andil lebih jauh dalam menggerakan dinas-dinas di daerah tingkat dua dan kota.

“Bisa dengan membuat suatu pelatihan (workshop). Kalau untuk Kota Bandung, sudah jalan. Nah, sekarang kiblatnya harus dirubah. Bicara Kertajati, mesti orientasinya Jawa Barat. Diisitu penguatannya,” kata Budijanto.

Sebagaimana diketahui, maskapai Malaysia Airlines membuka rute penerbangan Kuala Lumpur-Bandara Kertajati. Malaysia Airlines akan melayani dua kali penerbangan dalam sepekan.

Dirut PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi mengatakan Malaysia Airlines menjadi maskapai internasional pertama yang beroperasi di Bandara Kertajati, Majalengka.

“Ini menjadikan Malaysia Airlines sebagai maskapai internasional pertama berjadwal dan satu-satunya saat ini yang melayani langsung dari Kuala Lumpur ke Majalengka Kertajati,” kata Rafi dalam keterangan resmi PT BIJB, Jumat (14/2/2020).

(adh)