Pengusaha Muda Keluhkan Janji Restrukturisi Kredit Yang Sulit di Akses

oleh -
Peserta Musda HIPMI XVI,di Kabupaten Karawang, Jawa Barat 8-10 Maret 2020 lalu saat foto selfie usai acara. Foto:IG-@mufti_muzaqi

JALAJAHNUSAE.com – Kebijakan pemerintah menggelontorkan rekstrukturisasi kredit untuk membantu pelaku usaha yang terdampak pandemi corona (Covid-19) ternyata sampai saat ini belum bisa dirasakan pengusaha.

Banyak pengusaha muda di berbagai daerah yang mengeluhkan keringanan kredit belum juga disetujui pihak perbankan.

Perwakilan dari Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Yuston,misalnya, menyatakan belum semua anggotanya mendapatkan fasilitas keringanan kredit tersebut.

Padahal, berdasarkan survei yang dilakukan oleh HIPMI NTT sebanyak 51 persen anggota hanya bertahan 1-3 bulan akibat pandemi corona.

Oleh sebab itu, mereka sangat membutuhkan akses pada pelonggaran kredit tersebut.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga ada di sana tapi tidak semua bisa merasakan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah,” ujarnya dalam diskusi virtual yang digelar HIPMI, Kamis (14/5/2020).