Lebih 500 Ribu Akun Zoom Dijual di Forum Hacker

oleh -
Ditengah puncak popularitasnya Aplikasi Zoom banyak menuai kritik karena diduga menjual data. Foto:IG-@zoom_video_communications

JALAJAHNUSAE.com – Tidak tanggung-tanggung,lebih dari 500 ribu akun Zoom dilaporkan dijual di situs dark web dan forum peretas.

Zoom melejiy ditengah kepopuleran layanan konferensi video ini selama kebijakan Work From Home/WFH imbas wabah virus corona.

Dark web sendiri atau juga dikenal dengan darknet adalah sebuah bagian dari internet yang tidak bisa diakses oleh sembarang orang.

Cara peretas mengambil akun pengguna ialah mereka membobol salah satu akun Zoom. Setelah berhasil melakukan login, lalu mereka berupaya untuk membobol sistem privasi data Zoom.

Setelah itu mereka menghimpun ratusan ribu akun tersebut dan dijual kepada peretas lain. Akun yang dijual ini dimaksudkan untuk melakukan serangan Zoombombing, seperti dikutip MacRumors.

Zoombombing adalah serangan yang dilancarkan hacker berupa gangguan dari luar yang membajak konferensi video dengan mengirim gambar-gambar tidak senonoh atau ujaran kebencian disertai ancaman.

Perusahaan intelijen AS, Cybersecurity Cyble mengatakan kepada jurnalis Bleeping Computer bahwa pada 1 April lalu, mereka melihat ada proses jual-beli akun Zoom di salah satu forum peretas.

Menurut laporan Cybersecurity Cyble, 290 akun Zoom memiliki keterkaitan dengan beberapa universitas di Amerika Serikat seperti University of Vermont, University of Colorado, University of Dartmouth, University of Lafayette, University of Florida, dan masih banyak lagi.

Ada juga akun-akun Zoom dari perusahaan ternama AS seperti Chase dan Citibank. Lebih lanjut, peretas menjual akun dengan harga yang sangat murah yaitu US$0,0020 sen per akun.

Tidak hanya mendapatkan akun semata, peretas juga mendapatkan alamat email, kata sandi, dan alamat link ketika perusahaan atau lembaga lain hendak mengadakan rapat.

Oleh sebab itu Cybersecurity Cyble menyarankan kepada pengguna Zoom untuk sering mengubah kata sandi akun mereka.

(adh/cnn)