PHRI Sebut Pemkot Bogor Sukses Terapkan Ganjil Genap, Tapi Bagaimana Efek Ekonominya

by -
Petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor sedang melakukan pemeriksaan program ganjil-genap akhir pekan. (Foto:Humas Pemkot Bogor)

BOGOR, Jalajahnusae.com –  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengapreasiasi program pelaksanaan ganjil genap di Kota Bogor.

Terbukti, dari sisi penurunan mobilitas warga di akhir pekan berhasil ditekan secara signifikan. Kondisi ini tentu juga linier dengan upaya menurunkan tingkat kasus Covid-19.

“Program ganjil-genap terbilang sukses. Berjalan dengan aman dan lancar. Secara fisik, bisa terlihat bahwa kepadatan di Kota Bogor juga menurun drastis. Pertanyaan kami, lalu bagaimana dengan okupansi hotel sebagai penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tanya Ketua PHRI Kota Bogor dr Yuno Abeta Lahay ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Senin malam (15/02/2021).

Untuk itu, dalam pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa besok (16/02/2021), lanjut Yuno, pihaknya akan membahas dampak ekonomi yang ditimbulkan dari penerapan program ganjil-genap tersebut.

Ketua PHRI Bogor, dr. Yuno Abeta Lahay. (Foto:Dok)

“Saat ini belum terlihat seberapa perolehan PAD dari sektor pariwisata. Termasuk didalamnya pajak perhotelan. Nanti akan terlihat pada bulan berikutnya,” ungkapnya.

Sekarang saja, dampak yang dirasakan dari penerapan ganjil-genap okupansi hotel turun sampai 35 persen. Banyak tamu dari Jakarta dan sekitarnya membatalkan rencana kunjungan ke Kota Bogor.

“Dampak ekonominya jelas cukup besar. Memang di bulan Januari tren okupansi belum membaik ya, biasanya  mulai akan terlihat pada Februari dan seterusnya. Disitu growth-nya akan naik. Tapi ya, dengan pemberlakukan ganjil genap seperti sekarang, kita belum tau nanti seperti apa,” tambahnya.

Menurut Yuno, kesadaran protokol kesehatan (Prokes) untuk kalangan berkendaraan roda empat sebetulnya sudah lebih maju. Justru, klaster di pasar-pasar tradisional yang masih cukup mengkhawatirkan dan perlu terus dilakukan edukasi.

“Saya pikir, ini juga harus dipikirkan pemerintah daerah. Bagaimana secara lebih mikro bisa menyasar segment bawah itu (pasar),” ujarnya.

Arus Kendaraan Berkurang Dratis

Sementara itu,  Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro usai kegiatan penandatangan nota kesepahaman tentang penegakan hukum aturan protokol kesehatan (prokes) di Mapolresta Bogor Kota, Senin (15/2/2021), mengemukakan dari data yang ada tercatat jumlah kendaraan yang diputarbalikan sebanyak 9.905 unit di minggu pertama. Sedangkan di pekan kedua, ada 30.474 kendaraan yang diputar balik.

“Sehingga ada selisih sekitar 20 ribu, hampir empat kali lipatnya. Ini cukup signifikan, dilihat dari gerbang tol. Di GT Bogor ataupun BORR,” kata Susatyo.

Di pekan kedua pun, ada penindakan sanksi yang diberikan untuk para pelanggar. Ada 252 kendaraan yang dikenakan sanksi administratif, 452 kendaraan yang mendapat teguran, termasuk 87 angkutan umum yang ditindak karena melebihi kapasitas 50 persen.

“Dari data ini tentunya kami harus mengkaji lagi karena ini bukan tentang kemacetan lalu lintas atau mengurangi volume kendaraan. Sehingga aspek dari kesehatan tentunya akan kita evaluasi lagi dengan aspek ekonomi, karena prinsipnya tidak mengganggu produktivitas masyarakat,” urainya.

Susatyo juga melihat, ada tren penurunan kasus positif covid perharinya. Tentunya, dalam penerapan ganjil genap di pekan terakhir kemarin akan terlihat seperti apa tren kasus positif itu sendiri. (adh)